Belajar Dari BUMN Usung Milenial Jadi Direktur Untuk Diterapkan Di ITB

0
163
BUMN
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir

Jakarta | Nawacita – ide menarik dilemparkan oleh Erick Thohir ketika mulai menggadang-gadang kalangan milenial menjadi Direktur di BUMN dan diberikan porsi 5%

Dan ide ini langsung dilaksanakan dengan menarik founder Bukalapak, M Fajrin, menjadi Direktur Telkom. Tidak hanya itu, Erick Thohir pun mengangkat Soleh Ayubi menjadi Direktur di Biofarma, dan banyak lagi yang lainnya.

Kenapa hanya 5%? Toh banyak milenial menjadi direktur di berbagai startup dan terbukti berhasil?

Nah, BUMN adalah organisasi yang sudah lama berdiri. Bahkan ada yang sudah berumur 213 tahun seperti Pindad (berdiri tahun 1808) atau seperti Biofarma berumur 131 tahun (berdiri tahun 1890).

Ini menunjukkan bahwa BUMN-BUMN sudah memiliki budaya dan proses jenjang karier yang tertata sistemnya. Jika semua langsung diganti dengan milenial maka bisa merusak sistem secara budaya dan jenjang karir, yang justru bukan membesarkan perusahaan tersebut malah bisa menghambat perkembangannya.

Kenapa startup bisa semua milenial? Namanya startup tentu budayanya juga masih baru, jenjang karier juga belum terlalu panjang.

Sehingga menempatkan milenial tidak akan mengganggu sistem dan budaya yang sudah ada karena justru startup membuat budaya dan sistem karier yang baru.

Lalu bagaimana dengan Ikatan Alumni (IA) ITB? Apakah organisasi baru atau sudah lama? Apakah anggotanya semua milenial? Atau banyak juga yang bukan milenial?

Seperti yang biasa terjadi di organisasi alumni, bila angkatan A yang memimpin maka biasanya angkatan di atas A tidak akan banyak yang aktif lagi karena memang proses kaderisasinya berjenjang.

Untuk bisa meneruskan budaya dan organisasi IA ITB tanpa menghilangkan banyak angkatan-angkatan yang ada, maka mau tidak mau kombinasi antara senior dan junior atau kombinasi senior dan milenial adalah kombinasi yang baik untuk alumni ITB ke depan.

Semuanya untuk alumni ITB.

RMOL

LEAVE A REPLY