Jatuh Bangun Koyata Iwasaki di Balik Kesuksesan Nikon

0
52

Jakarta | Nawacita – Hampir seluruh masyarakat di dunia mengetahui produk dari Nikon. Produk yang paling digandrungi masyarakat mungkin lebih dikenal sebagai merek sebuah kamera, meski masih banyak produk lainnya.

Untuk mencapai ke titik yang seperti sekarang, perjalanan Nikon bisa dibilang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Seperti yang dikutip dari successstory, Kamis (4/2/2021), Nikon didirikan pada 25 Juli 1917 oleh Koyata Iwasaki.

Nikon pada saat itu dikenal dengan Nippon Kogaku Kogyo Kabushikigaisha atau Japan Optical Industries Co Ltd. Baru pada tahun 1998, Koyata Iwasaki mengubah nama perusahaannya menjadi Nikon Corporation.

Bisnis perusahaan dimulai pada era perang dunia. Nikon terbilang bisa bertahan dalam penuh tantangan akibat adanya perang dunia. Pada saat itu, Nikon menjadi salah satu perusahaan yang memasok barang-barang seperti periskop, lensa, teropong, hingga alat pemandangan bom kepada militer Jepang.

Pada saat ini juga, perusahaan berkembang dengan memiliki 19 pabrik dengan total pegawai mencapai 23.000 orang. Namun setelah perang usai, Nippon Kogaku hanya memiliki satu pabrik. Produksinya pun tidak lagi untuk memenuhi kebutuhan militer tetapi untuk kebutuhan warga sipil. Salah satu produk yang berhasil mencuri hati masyarakat adalah ketika meluncurkan kamera refleks lensa tunggal atau yang dikenal dengan SLR.

Namun, kesuksesan itu pun harus melalui lika-liku perjalanan yang tidak mudah. Tercatat pada tahun 1980-an, Nikon mengalami permasalahan keuangan akibat pasar untuk kamera mencapai titik jenuh. Bahkan, selama bertahun-tahun pabrik Nikon Corporation pun berkali-kali dilanda gempa yang mengakibatkan kerugian serta pengeluaran yang cukup besar.

Padahal, saat itu Nikon sedang gencar-gencarnya mempromosikan produk diversifikasi dari kamera ke beberapa produk lainnya seperti peralatan kantor. Hal ini pun seperti yang dilakukan oleh pesaingnya yaitu Canon dan Minolta.

Berkat kegigihan manajemen Nikon akhirnya bisa bertahan di tengah titik jenuh pasar. Salah satunya merilis kamera profesional berkualitas tinggi dengan peralatan yang lengkap, bahkan ada juga kamera yang untuk para pemula.

Dengan inovasi tersebut, Nikon menjadi penguasa market di industri semikonduktor tahun 1980-an. Pada saat itu juga perusahaan masih memproduksi produk lain seperti film berwarna dan printer warna.

Baru saja menjadi pemain utama di industri semikonduktor, Nikon kembali diguncang pada tahun 1998. Pada saat itu, perusahaan harus menghadapi gejolak ekonomi dunia, ditambah dengan persaingan yang ketat, serta lambatnya pertumbuhan industri semikonduktor usai diterpa bencana alam.

Namun begitu, Nikon Corporation tetap fokus pada pemulihan bisnis yang dijalani itu. Akhirnya, kesabarannya itu pun membuahkan hasil seperti yang sekarang terjadi. Nikon Corporation menjadi produsen fotolitografi terbesar kedua di dunia.

Nikon memiliki peran besar dalam membenahi industri fotografi Jepang dan produknya selalu dikaitkan dengan kualitas, presisi, dan keandalan.

Dtk

LEAVE A REPLY