Pasar di Sumatera Barat dan Jatim Dirombak PUPR, Hasilnya?

0
113

Jakarta | Nawacita – Kementerian PUPR telah selesai merombak tampilan Pasar Legi di Jawa Timur dan Pasar Pariaman di Sumatera Barat. Ini hasilnya

Revitalisasi Pasar Legi dilakukan karena pasar ini sempat terbakar pada 2017 silam. Pasar Legi kembali dibangun dengan luas total 32.172 m2 untuk empat lantai pasar dan dua lantai area parkir. Pasar ini dibangun dengan konsep bangunan hijau sesuai Peraturan Menteri PUPR Nomor 02/PRT/M/2015 tentang Bangunan Gedung Hijau. Foto: Dok. Ditjen Cipta Karya PUPR

Pasar Legi direncanakan dapat menampung sekitar 2480 pedagang dengan urutan prioritas yang menempati gedung baru ini adalah pedagang lama Pasar Legi, pedagang Pasar eks-Pengadilan, pedagang eks-Pasar Lanang, Pedagang eks-Stasiun, dan pedagang pendatang baru.

Pembangunan Pasar Legi dimulai pada 5 Februari 2020 dengan anggaran Rp 133,6 miliar yang  dilaksanakan oleh kontraktor PT Adhi Persada Gedung, konsultan manajemen konstruksi PT Rancang Persada dan konsultan perencana CV Profil Emas Konsultan. Saat ini pengerjaan revitalisasi Pasar Legi telah selesai dilakukan dan siap diserahterimakan pada Pemerintah Daerah

Baca Juga : Amanat Permendagri 90/2019, Kewenangan Pamsimas Kini di Dinas PUPR

Pasar Pariaman

Pasar Pariaman mulai dibangun bersamaan dengan Puncak Peringatan Hari Nusantara di Kota Pariaman pada Desember 2019 lalu di atas lahan seluas 5.431 m2 dengan tinggi empat lantai. Revitalisasi pasar ini dilengkapi dengan konstruksi atap dak beton sebagai shelter apabila terjadi bencana tsunami.Foto: Dok. Ditjen Cipta Karya PUPR

Pasar Pariaman juga akan dilengkapi dengan ramp di sisi selatan bangunan agar dapat dimanfaatkan sebagai lokasi evakuasi. Konstruksi dikerjakan oleh PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung dengan anggaran Rp 89,74 miliar.

Dtk

 

LEAVE A REPLY