Anggaran Kementan Dipangkas Rp6,33 Triliun, Ini Strategi Mentan

0
144

Jakarta | Nawacita – Anggaran Kementerian Pertanian (Kementan) dipangkas sebesar Rp6,33 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021. Pemangkasan sesuai Surat Menkeu Nomor S-30/MK.02/2021 tanggal 12 Januari 2021 perihal Refocusing dan Realokasi Belanja Kementerian/Lembaga Tahun Anggaran 2021.

Pada awal pagu anggaran Kementan sebesar Rp21,84 triliun, kini menjadi Rp15,51 triliun. Untuk itu, Kementan melakukan penyesuaian anggaran di tahun ini.

“Memasuki tahun 2021 ini, pembangunan nasional masih akan menghadapi berbagai tantangan khususnya akibat pandemi Covid-19. Pada tahun ini, pemerintah memprioritaskan pada pembangunan kesehatan agar segera ke luar dari pandemi dan mendorong daya beli masyarakat di pedesaan,” ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, Senin (8/2/2021).

Baca Juga : Sinergi Kementan Yayasan Kitong Bisa Wujudkan 100 Ribu Petani Milenial

Dia memaparkan, dalam menghadapi tantangan pembangunan nasional 2021, Kementan juga dituntut berperan aktif khususnya dalam memperkuat sistem ketahanan pangan, revitalisasi UMKM dan mendorong ekonomi pedesaan, mendukung pembangunan ramah lingkungan melalui pengembangan energi baru terbarukan, dan memitigasi perubahan iklim yang ada.

Dalam rangka merespons tantangan pembangunan nasional tersebut, Kementan memiliki lima program utama yang meliputi program ketersediaan, akses, dan konsumsi pangan berkualitas, program nilai tambah dan daya saing industri, program riset dan inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi.

Selanjutnya, program pendidikan dan pelatihan vokasi, dan program dukungan manajemen.

“Salah satu program prioritas dalam rangka akses dan konsumsi pangan berkualitas adalah melalui peningkatan produksi padi, jagung, dan kedelai serta pangan lokal termasuk mendukung food estate,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV Sudin meminta kegiatan Kementan berfokus pada peningkatan produksi pertanian dan juga biaya logistik dari operasional food estate.

“Dalam menyusun anggaran lebih menitikberatkan atau mengutamakan kegiatan yang berdampak langsung kepada peningkatan produksi di tingkat petani. Sekaligus memberikan jaminan ketersediaan pangan bagi masyarakat secara umum dengan program dan kebijakan yang dilaksanakan tetap berpijak pada rasionalisasi, pragmatis di tingkat lapangan,” ujarnya.

Dirinya pun berharap, apa yang telah disepakati antara Kementan dan Komisi IV agar dilaksanakan secara konsisten sehingga bisa meningkatkkan produksi melalui bantuan benih, alsintan dan sarana produksi pertanian.

“Hendaknya apa yang jadi kesepakatan pada rapat tedahulu jadi acuan dalam penerapan jumlah bantuan yang diberikan secara langsung. Komisi IV meminta implementasi pemberian bantuan dilakukan secara akuntabel dengan proses yang transparan,” tuturnya.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Kementan fokus mewujudkan kemandirian penyediaan pangan penduduk, meningkatkan daya saing produksi pertanian serta mewujudkan kesejahteraan petani di tahun anggaran 2021.

Oke

LEAVE A REPLY