Saat Ekonomi Jawa & Bali Minus, Papua Malah Positif

0
40

Jakarta | Nawacita – Struktur perekonomian Indonesia secara spasial saat ini masih ditopang oleh Pulau Jawa. Di mana Jawa berkontribusi sebesar 58,75% terhadap total PDB Nasional.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan, bahkan pada tahun lalu, perekonomian RI terbesar masih disumbang oleh pulau Jawa dan kedua adalah Sumatera dengan kontribusi 21,36%.

Baca Juga : BPS: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2020 Lebih Baik dari Singapura hingga AS

“Secara spasial struktur ekonomi kita tidak berubah karena masih didominasi oleh Jawa dan Sumatera,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Jumat (5/2/2021).

Oleh karenanya, saat perekonomian kedua wilayah minus, maka PDB secara Nasional ikut tertekan. Pulau Jawa sepanjang 2020 -2,51% dan Sumatera -1,19%.

Dari data BPS, wilayah lainnya yang tumbuh minus adalah Kalimantan tercatat -2,27% dan berkontribusi ke PDB 7,94%. Kemudian, wilayah Bali dan Nusa Tenggara juga tercatat minus paling dalam di atas perekonomian nasional yakni -5,01%. Di mana, PDB sepanjang 2020 terkontraksi -2,07%.

Meski demikian, ada wilayah yang tercatat tumbuh positif di tengah pandemi Covid-19 yakni Sulawesi tercatat 0,23% dan kontribusi ke perekonomian 6,66%.

“Karena masih ada pertumbuhan positif khusus untuk Sulawesi Tengah 4,86%. Yang membuat pertumbuhan di Sulawesi Tengah masih positif adalah kenaikan produksi nikel,” kata dia.

Selanjutnya ada Maluku dan Papua tumbuh sebesar 1,44%. Namun, kontribusinya ke PDB sangat kecil yakni 2,35%.

“Untuk Papua karena ada dua Provinsi yang tumbuh positif selama 2020, yakni Maluku Utara 4,29% dan Papua 3,23%. Papua ada kenaikan produksi tembaga,” tegasnya.

CNBC

LEAVE A REPLY