Ketum HIPMI Maming Bertemu Menteri Sandiaga, Bahas Pembiayaan Parekraf 3 Triliun

0
156

Jakarta | Nawacita – Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) menyambut baik rencana Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) meluncurkan program  bantuan kredit sebesar Rp50 juta kepada pelaku usaha mikor kecil dan menengah (UMKM) di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Hipmi mengapresiasi program Kemenparekraf yang akan mengucurkan bantuan kredit sebesar Rp50 juta kepada pelaku UMKM di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif, total skema pembiayaan bisa mencapai Rp3 triliun akan disalurkan kepada 60 ribu pelaku usaha,” kata Maming dalam Audiensi dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, di Kantor Kemenparekraf, Jakarta, Selasa (2/2/2021).

Namun, kata Maming dalam keterangannya Rabu (3/2/2021), untuk penyaluran bantuan penting untuk dipastikan agar terlebih dahulu diidentifikasi data calon penerima by name atau by data pelaku usaha parekraf yang terdampak.

“Karena sektor pariwisata perlu dibangkitkan kembali dan dana dari program ini akan Pak Sandi butuhkan untuk membina masyarakat dari bawah sehingga bisa diterapkan di sektor pariwisata, mulai dari pembiayaan yang murah, pembinaan, hingga kepada ekosistem memasarkan produknya secara elektronik,” ujar Maming.

Ia berharap, dalam waktu dekat program Kemenparekraf benar-benar dapat direalisasikan. Hipmi berkomitmen membantu membangkitkan sektor pariwisata di penjuru nusantara sejak dibuka kembali aktivitas menerima kunjungan wisatawan. “Kami menyambut positif dan gembira sektor pariwisata perlahan bangkit.

Tentu banyak pengusaha anggota Hipmi yang juga ikut bangkit di sektor ini. Dan kita akan listkan UMKM yang di bidang pariwisata untuk partisipasi program ini,” ucapnya. Menurut dia, sudah saatnya perekonomian didongkrak kembali setelah diterjang dampak pandemi Covid-19 sejak Maret 2020.

Begitu pula sektor pariwisata, Maming sepakat untuk terus mendorong dapat kembali menggeliat tumbuh hingga berdampak ke banyak sektor lainnya. “Pariwisata ini cukup sentral dan dapat menjadi lokomotif kemajuan ekonomi suatu daerah.

Karena akan ada banyak sektor terdampak ikut tumbuh secara alamiah mengikuti. Contohnya transportasi, perhotelan dan lain sebagainya,” ungkap CEO PT Batulicin Enam Sembilan Group dan PT Maming Enam Sembilan itu. Ketum BPP Hipmi Mardani H Maming (kiri) bersama menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno, di Kantor Kemenparekraf, Jakarta, Selasa (2/2/2021).

Dalam kesempatan yang sama, Menparekraf Sandiaga Uno akan mengucurkan bantuan kredit sebesar Rp50 juta kepada pelaku UMKM di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.

Seperti pelaku usaha parekraf di Bali yang melalui Gubernur I Wayan Koster telah mengajukan pembiayaan sebesar Rp9 triliun kepada pemerintah pusat. Menparekraf Sandiaga Uno menyatakan pada tahap awal, dana sebesar Rp3 triliun akan disalurkan kepada 60 ribu pelaku usaha.

“Bantuan kredit ini merupakan program Kredit Pemilihan Parekraf (KPP) yang sudah disetujui Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Skema pembiayaan ini diharapkan bermanfaat bagi UMKM parekraf agar mereka dapat bangkit dari pandemi Covid-19 dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya,” ujar pria yang akrab disapa Sandi itu. BPP Hipmi beraudiensi dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, di Kantor Kemenparekraf, Jakarta, Selasa (2/2/2021).

Kemenparekraf juga membahas sejumlah skema pembiayaan murah dan cepat bagi para pelaku UMKM parekraf. Di antaranya, program Kredit Usaha Rakyat (KUR) di sektor parekraf juga akan dilanjutkan pada tahun ini. Sandi juga akan memanfaatkan skema kredit sosial, yaitu lewat bank wakaf mikro untuk memulihkan sektor parekraf.

Semua program tersebut ditargetkan bisa mulai dilaksanakan 1 hingga 3 bulan ke depan. Sandi berharap, sederet program pembiayaan pemulihan sektor parekraf itu bisa membuka lapangan kerja seluas-luasnya.

“Karena melihat bahwa ini salah satu cara kita untuk mendorong pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang notabene menjadi sumber mata pencaharian bagi 34 juta masyarakat Indonesia yang bergantung pada sektor parekraf.

Oleh karena itu, kami melibatkan Hipmi untuk membuka peluang partisipasi aktif dari pengurus Hipmi, karena saya juga hadir yang merupakan keluarga besar Hipmi prinsipnya sinergi dan kolaborasi dengan anggota Hipmi di seluruh Indonesia,” ucapnya.

Investor-id

LEAVE A REPLY