Ada LPI, Utang BUMN Karya Bisa Lunas

0
188

Jakarta | Nawacita -Pembentukan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Sovereign Wealth Fund (SWF) menjadi angin segar bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor konstruksi. Pasalnya, LPI bisa menjadi salah satu wadah bagi perusahaan BUMN Karya untuk menjual asetnya untuk melunasi utang.

Direktur Riset Core Piter Abdullah mengatakan, adanya SWF menjadi titik terang bagi permasalahan likuiditas perusahaan BUMN Karya. Karena perusahaan BUMN Karya bisa menjual asetnya seperti jalan tol ke LPI.

Oleh karena itu, lanjut Abdullah, perusahaan dari BUMN Karya ini juga menunjukan kinerja yang positif di pasar modal. Hal ini terlihat dari harga saham dari perusahaan BUMN Karya yang terus merangkak naik.

“Itu sebabnya ketika pemerintah mendirikan SWF itu perusahaan-perusahaan karya ini harga sahamnya langsung naik semua,” ucapnya.

Memang saat ini perusahaan BUMN Karya menjadi salah satu perusahaan milik negara yang disorot karena memiliki utang yang menumpuk. Namun jika aset-aset yang dimiliki seperti jalan tol tersebut bisa terjual, maka utang bisa lunas.

“Tapi kalau aset-aset ini dijual, bukan bisa ketutup lagi tapi jauh lebih besar dibandingkan utangnya,” ucap Piter.

Oleh karena itu lanjut Piter, dirinya berpendapat dengan utang besar tidak selalu membahayakan perusahaan. Sepanjang utang tersebut dengan piutang, maka kondisi keuangan perusahaan juga tidak terlalu bermasalah

“Jadi sekali lagi utang itu enggak salah sepanjang utang itu ditutup dengan piutang ditutup dengan aset yang ada. Yang salah itu adalah sudah miskin utang. Kalau kita-kita berutang banyak mungkin bermasalah, tapi kalau perusahaan-perusahaan bumn berutang itu ya wajar-wajar saja,” jelas Piter.

Oke

LEAVE A REPLY