Aji Santoso Sudah Deal secara Lisan untuk Menukangi Persebaya Lagi

0
118

Surabaya | Nawacita – Kontrak Aji Santoso dengan Persebaya Surabaya habis pada 31 Desember 2020. Artinya, secara legal, Aji tidak lagi berstatus pelatih Persebaya.

Namun, kerja sama pelatih 50 tahun itu bersama Persebaya hampir pasti berlanjut setelah Aji bertemu pihak manajemen di Surabaya Town Square kemarin siang. Lalu, bagaimana hasil dari pertemuan tersebut?

’’Yang jelas, baik saya maupun manajemen sama-sama masih ingin melanjutkan kerja sama,’’ kata Aji kepada Jawa Pos.

Artinya, secara lisan, kedua pihak sudah sepakat tetap melanjutkan kerja sama untuk musim 2021. ’’Makanya, saya disuruh datang ke Surabaya. Melakukan komunikasi secara langsung,’’ imbuh pelatih asal Kepanjen, Kabupaten Malang, tersebut.

Dalam pertemuan itu, memang tidak ada teken kontrak yang dilakukan. Aji mengaku tidak masalah. Sebab, dia tahu manajemen belum bisa melakukan teken kontrak dalam waktu dekat.

Baca : Peringati HUT Persebaya Ke 93, New D’Bonanza Gelar Aksi Sosial

’’Manajemen dalam kondisi sulit. Mereka belum bisa melangkah kalau sampai saat ini tidak ada kejelasan kapan Liga 1 bergulir,’’ terang mantan pelatih Arema FC tersebut.

Karena itu, teken kontrak dengan Persebaya mungkin tinggal menunggu kepastian kompetisi. Aji cukup sabar untuk menunggu. Lagi pula, dia menganggap manajemen sudah bekerja dengan baik.

Meski, sampai saat ini tim belum jelas kapan dikumpulkan lagi. ’’Setidaknya agar Bonek (suporter Persebaya) juga tahu kalau manajemen tidak diam saja. Ada langkah-langkah yang sudah dilakukan,’’ imbuhnya.

Aji pun berharap segera ada kepastian dari federasi. Selama ini, yang jadi kendala adalah izin dari kepolisian. Mumpung masih Februari, diharapkan segala proses perizinan segera dituntaskan. Apalagi, Aji ingin ada turnamen pramusim sebelum kompetisi dimulai. ’’Itu (turnamen pramusim) sangat ideal bagi tim untuk persiapan,’’ katanya.

Setidaknya, turnamen pramusim digelar satu bulan sebelum kompetisi. Soal Liga 1 2021, Aji mengaku punya harapan khusus. Dia ingin kompetisi sudah bisa dimulai tepat setelah Hari Raya Idul Fitri mendatang.

’’Kalau bisa ya akhir Mei atau pekan pertama bulan Juni,’’ ujar kapten Persebaya saat juara Liga Indonesia musim 1996−1997 tersebut.

JP

LEAVE A REPLY