Jokowi Sebut Jepang Hingga AS Jalankan Ekonomi Syariah

0
72
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sambutannya secara virtual untuk Peringatan Hari Hak Asasi Manusia sebagaimana ditayangkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Kamis, 10 Desember 2020.

Nawacita Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut ekonomi syariah tidak hanya diterapkan di negara dengan mayoritas Muslim, namun juga negara-negara lain seperti Jepang, Thailand, Inggris, dan Amerika Serikat.

“Ekonomi syariah masih memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan. Pengembangan ekonomi syariah tidak hanya dijalankan oleh negara dengan mayoritas penduduk Muslim tapi juga negara-negara lain seperti Jepang, Thailand, Inggris, dan juga Amerika Serikat mengembangkannya,” kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, dikutip Antara, Senin (25/1).

Oleh karena itu, dia menekankan pentingnya bagi Indonesia untuk menangkap peluang ini. Hal itu dapat dilakukan dengan terus mendorong percepatan serta mendorong akselerasi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional.

Baca Juga : Jokowi Resmikan Gerakan Nasional Wakaf Uang

“Kita harus mempersiapkan diri sebagai pusat ekonomi syariah global,” imbuhnya.

Menurutnya, Indonesia masih punya sejumlah pekerjaan rumah di antaranya indeks literasi ekonomi syariah indonesia masih rendah yakni masih berkisar 16,2 persen. “(Literasi Ekonomi Syariah) Rendah, masih banyak ruang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, masih banyak peluang untuk dapat dioptimalkan,” katanya.

Selain itu, beberapa hal juga harus terus ditata di antaranya rantai nilai halal pada sektor riil yang mendukung UMKM termasuk pengembangan ekonomi kreatif. “Kita memperkuat ekonomi syariah dengan membangun satu bank syariah terbesar di Indonesia, kita sudah targetkan insya Allah Februari bisa diselesaikan,” jelasnya.

Baca Juga : Presiden Jokowi: Tahun 2021 Momentum untuk Bangkit dan Lewati Masa Krisis

Selain itu juga membangun bank wakaf mikro di berbagai tempat dan memperkuat badan infaq, sedekah dan wakaf untuk mendukung pemberdayaan ekonomi umat.

Merdeka

 

LEAVE A REPLY