Kolaborasi untuk Percepatan Transformasi Digital

0
54

Jakarta, Nawacita – Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate kembali menghadiri 1st ADGMIN hari kedua, Jumat (22/01/2021). Pada hari sebelumnya, Menteri Johnny menyatakan bahwa Pemerintah Indonesia telah memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) secara optimal guna menangani dampak pandemi Covid-19.

Selain untuk mendukung pemulihan sektor kesehatan dan vaksinasi, sektor komunikasi dan informatika juga dimanfaatkan untuk memulihkan ekonomi nasional dengan fokus pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah/Ultra Mikro (UMKM/UMi) serta pengembangan startup digital

ADGMIN merupakan forum pertemuan para Menteri yang membidangi TIK dan digital dari 10 (sepuluh) negara anggota ASEAN (Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand dan Viet Nam). Sebagai pemeran kunci dalam digital ekonomi dan transformasi digital di ASEAN, ADGMIN juga bertugas untuk melakukan koordinasi lintas pilar dan sektoral serta kerjasama dengan sektor swasta maupun pelaku industri. Sebelumnya, forum ini dikenal dengan nama ASEAN Telecommunications and IT Ministers Meeting (TELMIN). Perubahan ini disepakati pada TELMIN ke-18 pada tahun 2019 yang saat itu diketuai oleh Indonesia.

Dalam pidatonya, Menteri Johnny menekankan pentingnya aspek keamanan dan kedaulatan data, tata kelola data (data governance), serta kerja sama dan diskusi terkait pertukaran data lintas batas negara (cross border data flow) yang memenuhi prinsip reciprocity, lawfulness, fairness, dan  transparency.

Dalam menghadapi pandemi Covid-19, sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo, Menteri Kominfo menyatakan krisis sekarang ini perlu menjadi momentum untuk percepatan transformasi digital. Oleh karena itu, kerja sama di antara anggota ASEAN dan negara-negara lain menjadi suatu keniscayaan agar mengatasi pandemi dan memulihkan ekonomi lebih cepat.

“Kami percaya semangat kolaborasi di ASEAN harus fokus untuk mengatasi pandemi. Manfaat digitalisasi juga harus dimaksimalkan untuk mendorong pemulihan ekonomi yang lebih cepat. Upaya harus dilakukan untuk membantu yang paling rentan dan memastikan bahwa tidak ada yang tertinggal,” tegas Menteri Kominfo.

Selain itu, Menteri Kominfo menegaskan sikap optimistis dan rasa kebersamaan membangun komunitas digital ASEAN perlu untuk terus dikembangkan. “Penting juga bagi kita untuk mempertahankan optimisme selama masa sulit ini. Bersama-sama kita akan bangkit kembali lebih kuat dan bergerak menuju ASEAN sebagai komunitas yang terhubung secara digital,” tegasnya.

Rangkaian ADGMIN

Pada hari kedua ini, Menteri Kominfo menghadiri seluruh rangkaian aktivititas ADGMIN. Dimulai dari ADGMIN+US, ADGMIN+China, ADGMIN+Japan, ADGMIN+ROK, ADGMIN+India, dan ADGMIN+ITU. Kesemua pertemuan menekankan kolaborasi rencana kerja antara ASEAN dengan masing-masing negara.

Dalam sesi ADGMIN+Japan, Menteri Kominfo menyatakan pentingnya kerja sama dalam infrastruktur digital, termasuk penyebaran 5G di seluruh Indonesia; keamanan ruang digital yang menopang keamanan dan keandalan data serta infrastruktur distribusi dan komunikasi; serta pemanfaatan teknologi digital di bidang kesehatan, termasuk pengelolaan Covid-19 dan vaksinasi.

Selanjutnya, pada sesi ADGMIN+Republik Korea, Menteri Kominfo menggarisbawahi kerja sama antara ASEAN dan Republik Korea di bidang teknologi baru seperti 5G, Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), serta open data. Selain itu, kerangka regulasi antarnegara yang berkolaborasi perlu dipertimbangkan dalam implementasi open data.

“Kami mencatat bahwa prioritas dalam rencana kerja sama ASEAN-Korea di bidang TIK akan sangat relevan dengan program strategis Indonesia di bidang transformasi digital, termasuk pengembangan Pusat Data Nasional dan pengembangan 5G. Kedua program tersebut akan mulai dikembangkan tahun ini,” paparnya.

Dalam sesi ADGMIN+ITU, Menteri Kominfo menegaskan pentingnya kolaborasi ASEAN-ITU dalam mempromosikan standardisasi dan tata kelola telekomunikasi yang lebih inklusif dan mencakup semua kawasan. Selain itu, Menteri Johnny juga menyatakan pentingnya memperhatikan perlindungan data pribadi dan keamanan data untuk memastikan adopsi teknologi yang lebih cerdas dan berkelanjutan di semua sektor.

Pertemuan perdana kementerian telekomunikasi negara anggota ASEAN ini berlangsung secara daring mulai tanggal 18 s.d. 22 Januari 2021. Pertemuan yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Multimedia Malaysia, dengan tujuan untuk membentuk kembali lansekap digital pasca pandemi Covid-19 dengan mengadopsi ASEAN Digital Masterplan 2025 (ADM2025).

Pertemuan ADGMIN yang pertama ini mengangkat tema “ASEAN: a Digitally-Connected Community” dengan Malaysia sebagai tuan rumah. Pertemuan ini menghasilkan beberapa outcome penting, yang utama adalah peluncuran ASEAN Digital Masterplan 2025 (ADM 2025) dan Deklarasi Putrajaya. 

Dokumen ADM 2025 memuat visi ASEAN untuk mewujudkan ekonomi digital dan masyarakat digital. Visi ini perlu ditunjang oleh konektivitas yang merata di seluruh ASEAN, regulasi yang mendukung inovasi dan pengembangan layanan e-government, serta literasi dan keterampilan digital yang mumpuni. Untuk mencapai visi tersebut, negara-negara ASEAN telah menyepakati 8 (delapan) sasaran (desired outcomes) pengembangan sektor digital untuk diimplementasikan hingga tahun 2025 nanti. Adapun 8 (delapan) sasaran tersebut adalah:

  1. Langkah-langkah perwujudan ADM 2025 diprioritaskan untuk pemulihan negara-negara ASEAN dari pandemi COVID-19; 
  2. Peningkatan kualitas dan jangkauan infrastruktur fixed dan mobile broadband;
  3. Penyediaan layanan digital yang aman dengan pencegahan kerugian masyarakat;
  4. Pasar yang kompetitif dan berkelanjutan yang mendukung penyediaan layanan digital;
  5. Peningkatan kualitas dan penggunaan layanan e-government;
  6. Penyediaan layanan digital untuk menghubungkan bisnis dan memfasilitasi perdagangan lintas negara;
  7. Peningkatan kapabilitas untuk bisnis dan masyarakat demi mendorong partisipasi di ekonomi digital;
  8. Masyarakat digital yang inklusif di ASEAN.

Muatan yang menjadi spirit ADM 2025 tersebut juga sejalan dengan rencana agenda transformasi digital Indonesia 2021-2024.

Adapun, Deklarasi Putrajaya berisi 6 (enam) butir komitmen negara-negara ASEAN untuk mendorong implementasi ADM 2025 serta adopsi Pedoman Implementasi ASEAN Data Management Framework (ADMF) dan ASEAN Model Contractual Clauses for Cross Border Data Flows (AMCC). Deklarasi Putrajaya juga merangkum kesepakatan untuk meneruskan kerja sama sektor digital para Menteri Digital ASEAN dengan negara-negara mitra dialog, terutama untuk membantu implementasi ADM 2025. 

(Humas Kementerian Kominfo)

LEAVE A REPLY