BMKG Rilis Daftar Daerah Waspada Cuaca Ekstrem

0
39

Jakarta, Nawacita – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan cuaca ekstrem yang akan meningkat selama periode puncak musim hujan yang akan berlangsung hingga Februari.

Sebelumnya, BMKG sejak Oktober 2020 telah memprediksikan bahwa Puncak Musim Hujan akan terjadi pada Januari dan Februari 2021.

“Untuk itu, BMKG terus meminta masyarakat dan seluruh pihak untuk tetap terus mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang cenderung meningkat di dalam periode Puncak Musim Hujan ini,” ujar Deputi Bidang Klimatologi Herizal, mengutip keterangan resmi, Selasa (19/1).

 

Selain itu, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan sebagian besar wilayah terutama Jawa, Bali, Sulawesi Selatan hingga Nusa Tenggara saat ini telah memasuki puncak musim hujan yang diperkirakan akan berlangsung hingga Februari 2021.

“Saat ini tercatat sebagian besar wilayah Indonesia, yaitu 94 persen dari 342 Zona Musim telah memasuki musim hujan,” kata Dwi di Jakarta.

Kondisi dinamika atmosfer yang tidak stabil dalam beberapa hari ke depan dapat berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia.

Kondisi tersebut dipicu oleh menguatnya Monsun Asia yang ditandai dengan semakin kuatnya aliran angin lintas ekuator di Selat Karimata, diperkuat oleh pengaruh hadirnya gelombang atmosfer ekuatorial tropis Madden Julian Oscillation (MJO) dan Gelombang Rossby yang saat ini aktif di wilayah Indonesia.

Kehadiran MJO tersebut dapat ber-superposisi dengan penguatan Monsun Asia yang dapat pula disertai munculnya fenomena seruakan dingin (cold surge) di Laut Cina Selatan. Selain itu, teramati beberapa sirkulasi siklonik di selatan Indonesia dan utara Australia yang menyebabkan terbentuknya belokan, pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) sehingga meningkatkan pertumbuhan gugus awan supersel yang berpotensi menimbulkan curah hujan tinggi.

BMKG lantas memberi daftar wilayah yang mesti waspada cuaca ekstrem mulai tanggal 18 hingga 24 Januari 2021:
– Aceh,
– Sumatera Utara,
– Sumatera Barat,
– Riau,
– Jambi,
– Sumatera Selatan,
– Lampung,
– Banten,
– DKI Jakarta,
– Jawa Barat,
– Jawa Tengah,
– Yogyakarta,
– Jawa Timur,
– Bali,
– Nusa Tenggara Barat,
– Nusa Tenggara Timur,
– Kalimantan Tengah,
– Kalimantan Utara,
– Kalimantan Timur,
– Kalimantan Selatan,
– Sulawesi Utara,
– Sulawesi Tengah,
– Sulawesi Selatan,
– Sulawesi Tenggara,
– Maluku Utara,
– Papua Barat, dan
– Papua.

Dampak cuaca ekstrem

Cuaca ekstrem tersebut sangat berpotensi menimbulkan dampak bencana hidrometeorologi seperti

banjir, banjir bandang, tanah longsor yang dapat membahayakan bagi publik, serta hujan lebat disertai kilat/petir dan gelombang tinggi yang membahayakan pelayaran dan penerbangan.

Sebagai upaya mitigasi, BMKG juga menyampaikan informasi potensi banjir kategori menengah hingga tinggi untuk 10 hari kedepan, agar menjadi perhatian dan kewaspadaan bagi masyarakat terhadap potensi bencana banjir, longsor, dan banjir bandang.

“Perlu diwaspadai potensi bencana banjir yang dalam waktu dekat kemungkinan terjadi,” jelas Dwikornita.

Berdasarkan analisis terintegrasi dari data BMKG, PUPR dan BIG, daerah yang diprediksi berpotensi banjir kategori menengah pada Dasarian III (sepuluh hari ke-3) di bulan Januari 2021 yaitu:
– Banten bagian selatan,
– Jawa Barat bagian tengah dan timur,
– sebagian besar Jawa Tengah dan DI Yogyakarta,
– Jawa Timur bagian tengah dan timur,
– Bali bagian utara,
– Nusa Tenggara Barat bagian utara,
– sebagian kecil Nusa Tenggara Timur,
– Sulawesi Tengah bagian tenggara,
– Sulawesi Selatan bagian selatan,
– Sulawesi Tenggara bagian utara,
– Maluku Utara dan
– Papua Barat wilayah Kepala Burung dan Provinsi Papua bagian tengah.

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dengan terus memperbarui informasi cuaca baik prediksi dan peringatan dini cuaca ekstrem, prediksi gelombang tinggi dan prakiraan/prediksi cuaca untuk penerbangan.

CNN

LEAVE A REPLY