Tak Lagi Kota Termacet, Jalanan DKI Jakarta sepi sejak Pandemi Covid

0
74

NAWACITA, Jakarta – DKI Jakarta disebut bebas dari kota termacet versi TomTom Traffic Index. Berdasarkan situasi di sejumlah ruas jalanan kota Jakarta, terlihat cukup sepi sepanjang hari Senin (18/1/2021).

Hal tersebut tampak di ruas jalan Jenderal Sudirman, maupun kawasan bunderan Semanggi. Tidak ada kemacetan dan jalan terlihat lancar. Kepadatan kendaraan tidak tampak hingga bunderan Hotel Indonesia. Padahal biasanya, jalanan ini sangat macet sejak pagi hingga malam.

Turunnya Peringkat sebagai kota termacet tersebut diperoleh dari total 416 kota yang telah diukur. Cukup masuk akal karena Di mana, tingkat kemacetan di DKI Jakarta telah tercatat hanya 36% selama tahun 2020. Namun spekulasi muncul karena Kondisi tersebut terjadi pada saat masih situasi “pandemic” yang disebabkan beberapa banyaknya karyawan ataupun pekerja masih melakukan pekerjaan di rumah (WFH).
“Secara menyeluruh kinerja lalu lintas berubah walapun masih belum sangat terlihat, tetapi Jakarta sudah cukup baik dalam membuat kota semakin bersih dan nyaman tanpa adanya polusi udara sehingga perkotaan mengalami perbaikan,” ucap salah satu pengguna jalan di kawasan Semanggi, Senin. (18/1/2021).

Sehari sebelumnya ramai jadi pembicaraan di dunia maya. Bahwa Ibu Kota DKI Jakarta berada pada urutan 31 dari total 416 kota yang diukur oleh lembaga tersebut. “Terima kasih kepada seluruh masyarakat Jakarta,” tulis akun @dkijakarta pada unggahannya hari ini, Ahad, 17 Januari 2021.
Pemprov DKI Jakarta sangat ikut senang dan bangga akan keberhasilan Jakarta yang telah keluar dari daftar 10 kota termacet di dunia dan di media sosial, Pretasi tersebut sangat disambut baik oleh Pemrov DKI Jakarta.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Jakarta. Menurut Tom Tom Traffic Index terbaru, Jakarta berhasil keluar dari 10 besar kota termacet di dunia. Kini, kemacetan Jakarta telah jauh berkurang, Jakarta menduduki posisi ke 31 dari 416 kota lain,” tulis akun resmi Pemprov DKI Jakarta, Minggu (17/1).

Penulis : Lisa Cristin

LEAVE A REPLY