Sepanjang 2020 Terimbas Pandemi, Penumpang Juanda Turun 59 Persen

0
48
Bandara
Bandara Internasional Juanda

Surabaya, Nawacita – Jumlah penumpang yang terlayani di Bandara Juanda mengalami penurunan sepanjang 2020. Jika dibanding 2019, pergerakan penumpang mengalami penurunan yang besar. Lebih dari separo. Penyebab terbesarnya tak lain adanya pembatasan penerbangan. Hal itu tak lepas dari pencegahan persebaran Covid-19 secara global.

Selama 2020, tercatat 6,8 juta penumpang yang terlayani di Bandara Juanda. Berdasar data itu, pergerakan terbanyak terjadi pada triwulan IV. Tepatnya pada Desember. Yakni, terdapat 605.795 penumpang. Sumbangan terbesar terdapat di masa libur panjang Natal dan tahun baru (Nataru).

Bandara Juanda mencatat, pada posko Nataru selama 18 hari, setidaknya melayani 340.450 penumpang dan 3.945 pergerakan pesawat. Sedangkan jumlah kargo sebesar 3.601.640 kilogram (kg). ’’Secara total, kinerja Bandara Juanda menyumbang 21 persen dari total kinerja operasional perusahaan,’’ kata PTS General Manager Bandar Udara Internasional Juanda Indah Preastuty.

Indah menjelaskan, sepanjang 2020, terdapat 69.248 pergerakan pesawat dari dan menuju Juanda. Sedangkan kargo mencapai kurang lebih 65 juta kg. Sementara itu, 15 bandara yang dikelola PT Angkasa Pura I (Persero) selama 2020 melayani 31,8 juta penumpang dan 385 ribu pergerakan pesawat.

Dia menuturkan, penurunan jumlah penumpang mencapai 59 persen jika dibanding 2019 saat sebelum adanya pandemi. Apalagi, saat pendemi, ada pembatasan penerbangan internasional. Otomatis hanya mengandalkan penerbangan domestik.

Menurut Indah, meski trafik 2020 mengalami penurunan cukup tinggi, statistik data per bulan mulai menunjukkan pertumbuhan. Terutama sejak awal pertengahan tahun hingga akhir Desember. Dia memprediksi, tren positif akan terus terjadi. Apalagi, saat ini pemerintah telah melakukan vaksinasi.

Indah memperkirakan, trafik tahun ini tetap menunjukkan tren meningkat. Jumlah penumpang diperkirakan mencapai 11,8 juta orang. Sedangkan pergerakan pesawat diperkirakan akan mencapai 94.876 pergerakan. Kemudian, kargo diperkirakan akan mencapai 63 juta kg.

Meski begitu, pengetatan protokol kesehatan (prokes) tetap dilakukan. Tim khusus dari pengaman bandara dibentuk. Tujuannya adalah melakukan patroli prokes di area bandara. Harapannya, semua bisa disiplin prokes. Khususnya memakai masker dan menghindari kerumunan. 

JP

LEAVE A REPLY