4 Kesalahan Ini Sering Dilakukan Saat Mandi

0
45
Ilustrasi.

JAKARTA, Nawacita — Mandi adalah hal yang dilakukan setiap hari sehingga sudah dianggap sebagai sebatas rutinitas membersihkan badan. Saat mandi, seseorang menyabuni badan, membilas, lalu mengeringkannya. Tentunya, selain menyikat gigi, keramas, dan kegiatan lain.

Namun, ada beberapa hal detail yang kerap luput atau salah dilakukan ketika membersihkan, membilas, dan mengeringkan tubuh. Berikut empat kesalahan yang biasa dilakoni saat mandi, seperti dikutip dari laman Health Digest, Sabtu (16/1).

1. Mandi terlalu sering
Mandi lebih dari dua kali sehari sangat tidak dianjurkan. Menurut Harvard Health, itu bisa mengganggu lapisan minyak dan keseimbangan bakteri baik serta mikroorganisme pada kulit. Mandi terlalu sering juga membuat kulit iritasi dan mengganggu sistem kekebalan tubuh.

Imunitas terganggu akibat eksposur berlebihan yang mendampak antibodi pelindung pada kulit. Mandi setiap hari memang perlu, tapi jangan berlebihan dalam frekuensinya. Untuk kondisi tubuh terbaik, disarankan agar durasi setiap kali mandi tidak terlalu lama.

2. Mandi dengan air yang terlalu panas
Mandi air hangat bisa menghilangkan stres, namun jika temperaturnya terlalu panas dapat melenyapkan minyak esensial dan kelembapan alami kulit. Dokter kulit New York, Shari Marchbein, mengatakan mandi air panas juga akan merusak pelindung alami kulit.

Pengidap eksim, jerawat, psoriasis, dan rosacea sangat tidak disarankan mandi air panas karena bisa memperparah kondisi kulit. Bagi yang tidak mengalaminya, tetap tidak dianjurkan mandi dengan air terlalu panas karena bisa membuat kulit lebih rentan terhadap gatal dan memicu kulit kering.

3. Memakai sabun yang salah
Ada banyak produk sabun yang menarik dan mengundang untuk dicoba. Menurut pakar kesehatan kulit, satu varian sabun yang harus dihindari adalah sabun dengan label antibakteri, karena bisa mengacaukan sistem kekebalan kulit terhadap sejumlah jenis bakteri.

Sebagian sabun batangan yang mengandung sulfat, paraben, ftalat, dan wewangian buatan juga sebaiknya dihindari. Bahan-bahan tersebut dapat mengubah tingkat pH alami tubuh, memengaruhi penghalang alami kulit, dan menyebabkan kulit terasa tidak nyaman.

4. Jarang mengganti handuk
Proses pengeringan badan turut memengaruhi kesehatan. Memakai handuk yang sama terus-menerus dan malas menggantinya menambah kelembapan handuk sehingga jamur, virus, dan bakteri bakal terus menumpuk, memicu berbagai penyakit kulit.

Dokter kulit Alok Vij merekomendasikan untuk mengganti handuk sepekan sekali. Setelah memakai handuk, segera gantung dan keringkan. Jika handuk terjatuh ke lantai sebelum sepekan, segera masukkan ke mesin cuci sebelum digunakan kembali.

rpblk

LEAVE A REPLY