Mensos: 93 Persen Anggaran PKH Sudah Dicairkan Masyarakat

0
55
Tri Rismaharini Menteri Sosial RI

Nawacita | Jakarta – Menteri Sosial Tri Rismaharini mengungkapkan tingkat penyerapan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) telah mencapai 86 persen pada pekan kedua Januari 2021 dan sudah 93 persen hingga 15 Januari 2021, setelah peluncurannya oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara (4/1).

 

“Ini artinya informasi yang kami sampaikan telah diterima dengan baik oleh KPM, dan masyarakat segera mengambil bansos PKH,” ujar Risma. Ia mengatakan kerja sama dan komunikasi yang baik antara Kemensos, dinas sosial, bank penyalur, dan segenap SDM PKH menjadi kunci kecepatan dan ketepatan sasaran penerima bansos.

 

Sebelum PKH diluncurkan Presiden, pihaknya telah berkomunikasi dengan kepala dinas sosial provinsi agar segera berkoordinasi dengan kepala dinas sosial kota/kabupaten dan bank penyalur. Dinas sosial provinsi juga diminta segera menyosialisasikan jadwal penyaluran dan pemanfaatannya kepada KPM, serta memastikan KPM telah menerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan buku tabungan dari bank penyalur, kemudian memastikan KPM telah melakukan transaksi/pencairan bantuan.

Baca Juga : Dokumen Pendukung Syarat, Ketentuan dan Mekanisme Partisipasi PKH

Mensos menjelaskan PKH merupakan salah satu program prioritas nasional dalam menekan angka kemiskinan dan mengurangi ketimpangan. PKH merupakan bantuan tunai bersyarat kepada keluarga kurang mampu yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan memiliki komponen sebagai persyaratan yang ditetapkan sebagai peserta PKH. “Seluruh penerima bansos di Indonesia harus terdaftar dalam DTKS,” Risma kembali mengingatkan.

 

Skema penyaluran bansos PKH selama 1 tahun diberikan empat tahap per tiga bulan yakni Januari, April, Juli, dan Oktober. Besar bantuan komponen Kesehatan untuk Ibu hamil/nifas Rp3 juta per tahun, dan Anak Usia Dini Rp3 juta per tahun. Sementara bantuan Komponen Pendidikan dengan kategori Pendidikan Anak SD/sederajat Rp900 ribu per tahun, kategori Pendidikan Anak SMP/sederajat Rp1,5 juta per tahun, dan kategori Pendidikan Anak SMA/sederajat Rp2 juta per tahun. Sedangkan kategori Disabilitas Berat dan Lansia masing-masing berhak atas Rp2,4 juta per tahun.

 

“Kemensos berkomitmen tahun 2021 pelaksanaan bansos akan semakin baik. Komunikasi dengan para mitra kerja PKH terus diperkuat agar bansos ini dapat menjangkau masyarakat yang memenuhi kriteria dan persyaratan, dengan cepat dan tepat,” tutup Risma. dpjs/kemsos/bdo

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY