Alasan Indonesia Impor Listrik 125 MW dari Malaysia

0
110

Jakarta, Nawacita – Kementerian ESDM menyatakan Indonesia masih melakukan impor listrik dari Malaysia sepanjang tahun ini. Hal itu dilakukan guna memenuhi kebutuhan setrum dalam negeri.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana mengungkap rasio impor listrik 2020 tercatat sebesar 0,54 persen. Rasio tersebut setara dengan 100-120 megawatt (MW).

Indonesia, sambung Rida, mengimpor listrik dari pembangkit milik BUMN Malaysia bernama SESCO. Listrik itu ditransmisikan ke Indonesia untuk memenuhi kebutuhan di wilayah Kalimantan Barat.

“Artinya, sebagian listrik yang dikonsumsi dalam negeri itu di antaranya datang dari luar negeri. Nyatanya kami ada kerja sama bilateral dengan Malaysia, tepatnya di Serawak sana, khususnya di Kalimantan Barat,” ungkap Rida dalam konferensi pers secara virtual, dikutip Kamis (14/1).

Ia mengatakan impor listrik hanya dilakukan untuk sementara waktu hingga pembangunan pembangkit di Kalimantan Barat selesai. Jika pembangunan itu rampung, pemerintah menargetkan Indonesia dapat ekspor listrik ke Malaysia.

“Mudah-mudahan nanti untuk waktu yang tidak terlalu lama kalau pembangkit listrik di Kalimantan Barat sudah selesai, kami akan membalikkan situasi mengekspor listrik dari Indonesia ke Malaysia dengan jalur yang sama,” jelas Rida.

Dengan demikian, Indonesia akan mengurangi impor listrik jika pasokan listrik di Kalimantan Barat sudah berlebih.

Rida menyebut pembelian listrik dari luar negeri akan menjadi salah satu indikator kinerja pemerintah demi mengukur kemandirian energi nasional.

“Ini (impor listrik) adalah salah satu indikator yang sesuai kesepakatan kami dengan sekjen, melalui biro perencanaan, ini untuk mengukur tingkat kemandirian kita dalam energi dalam hal ini listrik,” pungkasnya.

CNN

LEAVE A REPLY