Soal PPKM, Whisnu Minta Warga Surabaya Tidak Perlu Takut

0
108
wisnu-sakti-buana

Surabaya,Nawacita – akhirnya ikut kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) 11 hingga 25 Januari. PPKM dilakukan untuk menekan angka penderita Covid-19.

Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Saktu Buana meminta warga Kota Surabaya untuk tidak trauma seperti PSBB lalu. Ada banyak hal yang membedakan PPKM dengan PSBB. Sehingga warga tidak perlu merasa takut.

Salah satu aspek yang berbeda adalah pemberlakuan jam malam. Dalam PPKM, aturannya sama dengan Perwali 67/2020. Sebab, PPKM menekankan pada pembatasan jam operasional mal dan pusat perbelanjaan. Sebelumnya, jam buka dibatasi hingga pukul 22.00 berubah menjadi pukul 20.00.

”Instruksi dari mendagri semula pukul 19.00. Namun ketika rapat tadi koordinasi, dilakukan sesuai dengan kearifan lokal. Kita melihat kabupaten/kota yang justru menutup pukul 20.00. Kita putuskan untuk Surabaya tetap pukul 20.00,” kata Whisnu usai mengikuti rapat koordinasi dengan gubernur dan 11 kabupaten/kota membahas PPKM di Jatim, pada Senin (11/1).

PPKM juga menambah personel dari Polrestabes Surabaya. Aparat akan disebar di tiga tempat. Yakni Bundaran Waru (Mall Cito), Tambak Oso Wilangun, dan MERR.

”Nanti kita koordinasi dengan Polrestabes. Prinsipnya tidak melakukan penutupan. Namun pemantauan lebih ketat,” tegas Whisnu.

Terkait teknis lain, Whisnu menjelaskan, pembatasan dan peraturan WFH juga berlaku di seluruh perusahaan. Termasuk perusahaan swasta. ”WFH tidak berlaku pada sektor industri atau pabrik,” terang Whisnu.

Dalam PPKM, Whisnu menegaskan, pihaknya akan langsung menindak pelanggar sesuai dengan perwali. Selain itu, operasi yustisi juga akan ditegakkan lebih ketat. Terutama di tempat-tempat yang menimbulkan kerumunan, seperti pasar tradisional.

”Dengan menjaga prokes, masyarakat tidak perlu trauma untuk melakukan kegiatan seperti biasanya. Terkait aturan pelanggar kita akan tindak tegas. Sudah tidak lagi peringatan. Denda bagi personal Rp 150 ribu. Bagi yang tidak mampu bisa ajukan, kita nanti berikan sanksi lain. Misal pekerjakan di Liponsos,” ujar Whisnu.

Jawapos

LEAVE A REPLY