Jasa Marga Berdalih soal Rusaknya CCTV di Lokasi Penembakan 6 Laskar FPI

0
245
Jasa Marga Berdalih soal Rusaknya CCTV di Lokasi Penembakan 6 Laskar FPI.
Jasa Marga Berdalih soal Rusaknya CCTV di Lokasi Penembakan 6 Laskar FPI.

JAKARTA, Nawacita – Kamera pengawas atau CCTV di lokasi penembakan laskar khusus Front Pembela Islam (FPI) tepatnya di sepanjang KM 49+00 hingga KM 72 mengalami kerusakan sejak Minggu, 6 Desember 2020. kerusakan CCTV lantaran gangguan pada link jaringan backbone CCTV atau fiber optik di KM 48/600.

“Setelah mendapat laporan adanya gangguan CCTV offline, petugas di kantor cabang Jakarta-Cikampek pada hari Minggu 6 Desember 2020 pada pukul 06.00 WIB melaporkan kepada tim inspeksi melakukan penyisiran mencari lokasi penyebab masalah tersebut,” kata Direktur Utama PT Jasa Marga Toll Road Operator Raddy Lukman kepada wartawan, Selasa (8/12/2020).

Raddy menjelaskan, sejak kerusakan tersebut pihak Jasa Marga sudah berupaya untuk melakukan perbaikan, namun terkendala cuaca hujan sehingga perbaikan tak bisa dilakukan.

Baca Juga: Bentrok Pendukung Habib Rizieq dan Polisi, 6 Orang Tewas

“Karena kondisi saat itu hujan dan pertimbangan kondisi lalu lintas, perbaikan tidak dapat dilakukan sampai tuntas karena lokasi gangguan jaringan backbone tersebut berada di tengah median jalan,” kata Raddy. “Sehingga perbaikan baru dapat diselesaikan pada hari senin 7 Desember 2020 pada pukul 16.00 WIB,” jelasnya.

Sebelumnya, CCTV lokasi penembakan 6 orang laskar khusus FPI dipertanyakan warganet di media sosial. Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga Dwimawan Heru memastikan, pihaknya tidak memiliki rekaman CCTV mengenai peristiwa tersebut.

Baca Juga: Habib Rizieq: Jangan Kaitkan Agama Dengan Terorisme

“Karena kondisi CCTV rusak, dan sedang dalam perbaikan untuk kembali aktif memonitor ruas tol Japek,” ungkap Heru kepada wartawan, Senin 7 Desember 2020. Mengenai peristiwa yang terjadi di Tol Jakarta Cikampek itu, lanjut Heru, pihak kepolisian yang bisa menjelaskan. “Untuk mendapatkan kejelasan atas pertanyaan itu untuk mempertanyakan kepada pihak kepolisian,” tutup dia.

Penembakan terhadap laskar khusus FPI sendiri terjadi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek tepatnya di KM 50. Belakangan baik polisi dan FPI memiliki versi masing-masing terkait peristiwa tersebut.

oknws.

LEAVE A REPLY