Habib Rizieq: Jangan Kaitkan Agama Dengan Terorisme

0
258
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

JAKARTA, Nawacita – Hari kedua setelah tiba di Indonesia, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab melakukan safari dakwah dan menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Al-Haromain Asy- Syarifain, Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Kamis (12/11/2020).

Dalam kajian itu, Rizieq menjelaskan banyaknya penghinaan kepada Nabi Muhammad SAW seperti kejadian karikatur Nabi oleh guru sejarah di Prancis.

“Kemudian muncullah pendapat yang pura-pura arif, pura-pura bijak. ‘Itu kan bukan Nabi, Nabi kan nggak boleh digambar, itu kan orang lain’. Saudara kalau ada satu gambar, gambar binatang terus ditulis Habib Rizieq, berarti itu menghina saya sebagai binatang.

Walaupun itu gambar bukan gambar saya, saudara, jadi kalau ada kartun yang digambar apapun gambarnya ditulis ini Nabi Muhammad, saudara, itu penghinaan kepada Nabi,” ujar Habib Rizieq pada massa yang hadir di Pondok Pesantren Al-Haromain Asy- Syarifain, Kamis (12/11/2020).
Baca Juga: Larangan Menyakiti dan Membenci Ahlul Bait Rasulullah

Buntut dari hinaan kepada Nabi dan pembunuhan guru sejarah itu adalah ucapan Presiden Prancis Macron yang menyebut Islam mengalami krisis di seluruh belahan dunia. Terakhir, Habib Rizieq berpesan agar tidak ada pihak yang mengaitkan antara agama dengan tindakan terorisme.
Baca Juga: Berikut Alasan Kenapa Dilarang Menggambar Wajah Nabi Muhammad SAW

“Ada teroris yang beragama Islam, ada ISIS yang menyimpang kemudian saudara kita memaklumi boleh untuk menghina Nabi, haram. Nggak boleh. Ayo sama-sama kita tekan itu ISIS, ayo sama-sama kita perangi itu para teroris.

Di Eropa banyak orang Kristen jadi teroris saudara. Apa karena mereka teroris boleh kita menghina Yesus mereka, apa boleh kita menghina Tuhan mereka? Nggak boleh. Jangan kaitkan terorisme dengan agama apapun, apalagi dengan agama Islam,” tegasnya.

sdnws.

LEAVE A REPLY