Puasa Sunnah Ayyamul Bidh, Berikut Dalil serta Tanggalnya

0
203
Ilustrasi Puasa Sunnah Ayyamul Bidh.
Ilustrasi Puasa Sunnah Ayyamul Bidh.

JAKARTA, NawacitaPuasa ayyamul bidh disunnahkan kepada para muslimin dilaksanakan setiap pertengahan bulan. Tanggalnya yakni pada setiap 13, 14, 15 bulan hijriyah.

Sementara bulan ini pada hitungan tahun hijriyah masuk pada pertengahan bulan Rabiul Akhir 1442 H. Sementara untuk tahun masehi puasa ayyamul bidh dilaksanakan pada 29 November, 30 November dan 1 Desember 2020.

Lantas apa dalilnya puasa ayyamul bidh atau puasa pertengahan bulan dilakukan. Ustaz Muhammad Abduh Tuasikal dikutip laman Rumaysho pada Senin (30/11/2020) menjelaskan dalil sebagai berikut:

Dalil Pertama

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Dia berkata:

“Kekasihku (yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: (HR. Bukhari no. 1178.) berpuasa tiga hari setiap bulannya (HR. Tirmidzi no. 763 dan Ibnu Majah no. 1709), mengerjakan Sholat Dhuha, (HR. An Nasai no. 2345) mengerjakan Sholat Witir sebelum tidur. (HR. Bukhari no. 1178)

Baca Juga: Bacaan Niat Puasa Tasua Serta Keutamaannya di Bulan Muharram

Dalil Kedua

Mu’adzah bertanya pada ‘Aisyah:

“Apakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa tiga hari setiap bulannya?” ‘Aisyah menjawab, “Iya.” Mu’adzah lalu bertanya, “Pada hari apa beliau melakukan puasa tersebut?” ‘Aisyah menjawab, “Beliau tidak peduli pada hari apa beliau puasa (artinya semau beliau). (HR. Tirmidzi no. 763)

Dalil Ketiga

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa padaayyamul bidh ketika tidak bepergian maupun ketika bersafar.” (HR. An Nasai no. 2345).

Dalil Keempat

Dari Abu Dzar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda padanya:

“Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriyah). (HR. Tirmidzi no. 761 dan An Nasai no. 2424)

Dalil Kelima

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun. (HR. Bukhari no. 1979.)

Ustaz Muhammad Abduh Tuasikal melanjutkan ada beberapa hal penting bisa didapat dari puasa ayyamul bidh. Yakni: Dianjurkan berpuasa tiga hari setiap bulannya, pada hari apa saja.

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin menjelaskan, “Puasa tiga hari setiap bulannya boleh dilakukan pada sepuluh hari pertama, pertengahan bulan atau sepuluh hari terakhir dari bulan Hijriyah, atau pula pada setiap sepuluh hari tadi masing-masing satu hari.

Puasa tersebut bisa pula dilakukan setiap pekan satu hari puasa. Ini semuanya boleh dan melakukan puasa tiga hari setiap bulannya ada keluasan melakukannya di hari mana saja. Oleh karena itu, ‘Aisyah mengatakan, “Beliau tidak peduli pada hari apa beliau puasa (artinya semau beliau di awal, pertengahan atau akhir bulan hijriyah)”.

Hari yang utama untuk berpuasa adalah pada hari ke-13, 14, dan 15 dari bulan Hijriyah yang dikenal dengan ayyamul biid. Ada pula yang mengatakan bahwa ayyamul biid adalah hari ke-12, 13 dan 14. Namun pendapat pertama tadi lebih kuat.

Hari ini disebut dengan ayyamul biid karena pada malam ke-13, 14, dan 15 malam itu bersinar putih dikarenakan bulan purnama yang muncul pada saat itu.

Sementara faedah puasa tiga hari setiap bulan yakni menghidupkan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW). Melakukan puasa tiga hari setiap bulannya seperti melakukan puasa sepanjang tahun karena pahala satu kebaikan adalah sepuluh kebaikan semisal.

Berarti puasa tiga hari setiap bulan sama dengan puasa sebanyak tiga puluh hari setiap bulan. Jadi seolah-olah dia berpuasa sepanjang tahun. Memberi istirahat pada anggota badan setiap bulannya.

oknws.

LEAVE A REPLY