Bacaan Niat Puasa Tasua Serta Keutamaannya di Bulan Muharram

0
202
Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAKARTA, NawacitaPuasa Tasua tahun 2020 jatuh pada hari Jumat, 28 Agustus 2020. Artinya, umat Islam dianjurkan membaca niat Puasa Tasua sebelum hari itu. Nah, berikut ini bacaan niat Puasa Tasua latin dan terjemahannya.

Umat Islam di seluruh dunia telah memperingati tahun baru hijriah pada 1 Muharram 1442 hijriah yang jatuh pada hari Kamis, 20 Agustus 2020 yang lalu. Bulan Muharram merupakan salah satu bulan dalam kalender hijriah yang diyakini memiliki penuh dengan keberkahan.

Bulan pertama di kalender hijriah ini juga dijuluki sebagai bulan Allah. Muharram memiliki makna besar dalam sejarah Islam. Karena dalam bulan ini Nabi Muhammad SAW melakukan hijrah dari kota Mekkah ke kota Madinah.

Baca Juga: Sejarah Hari dan Puasa Asyura 10 Muharram

Dengan keberkahan yang diberikan oleh Allah SWT pada bulan Muharram, umat muslim dianjurkan untuk melakukan puasa sunah. Puasa sunah di bulan Muharram yakni Tasua dan Asyura.

Keutamaan Puasa Tasua

Puasa Tasua menjadi salah satu ibadah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan di Bulan Muharram. Puasa Tasua ini dikerjakan oleh umat muslim setiap tanggal 9 Muharram.

Sebagian ulama menggolongkan niat menjadi salah satu rukun ibadah puasa. Untuk puasa sunah, niat bisa dilafalkan saat siang hari.

Diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma, ia berkata, “ketika Rasulullah SAW berpuasa di hari Asyura dan memerintahkan umatnya untuk berpuasa, para sahabat pun berkata, “Ya Rasulullah! Sesungguhnya hari ini adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani.”

Rasulullah SAW pun berkata, “Apabila tahun depan, Insya Allah kita akan berpuasa dengan tanggal 9 Muharram”.

Berikut ini merupakan niat puasa Tasua:

Nawaitu sauma tasu’a sunnatal lillahita’ala

Artinya: “Saya niat puasa hari tasu’a, sunnah karena Allah ta’ala.”

Puasa Tasua pada bulan 9 Muharram 1442 H ini akan dilaksanakan pada hari Jumat, 28 Agustus 2020. Selain, amalan puasa sunnah, umat Islam juga disarankan untuk melakukan beberapa amalan berikut ini di bulan Muharram.

Menghindari Perbuatan Maksiat dan Dzalim

Sebagaimana yang dijelaskan di atas, bahwa pada bulan Muharram, umat muslim dilarang untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang bernilai dosa. Oleh karena itu, sebaiknya kita mampu menghindari hal-hal maksiat, baik di bulan Muharram ataupun bulan-bulan lainnya.

Setiap manusia dilarang untuk melakukan perbuatan dzalim, baik terhadap orang lain maupun terhadap dirinya sendiri. Dan dzalim ini sebaiknya juga dihindari di bulan Muharram atau bulan-bulan lainnya. Sebab orang-orang yang gemar berbuat dzalim kelak akan mendapatkan siksa di kubur dan akhirat.

Meningkatkan Amal Saleh

Meningkatkan dan menambah amal saleh di bulan Muharram merupakan perbuatan yang terpuji. Namun meskipun demikian, sebaiknya amalan saleh juga dilakukan sepanjang tahun selama masih hidup untuk bekal sesudah meninggal. Ada banyak jenis amalan shalih yang bisa dilakukan, misalnya bersedekah, salat sunnah, menolong sesama muslim, dan lain sebagainya.

suanws.

LEAVE A REPLY