ACI Nobatkan Airport Health Accreditation pada Bandara Soetta

0
182

 JAKARTA, Nawacita – Bandara Soekarno-Hatta dinobatkan sebagai bandara pertama di Indonesia yang mendapatkan akreditasi Airport Health Accreditation (AHA) dari Airport Council International (ACI). Akreditasi tersebut didapatkan atas penerapan protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19.

“Setelah meninjau bukti-bukti yang dilaporkan melalui proses evaluasi kami, Bandara Soekarno-Hatta telah mampu menyediakan bandara yang aman kepada seluruh traveler,” kata Director General ACI World Luis Felipe de Oliveira dalam pernyataan tertulis PT Angkasa Pura II, Kamis (12/11).

Luis memastikan, akreditasi tersebut sejalan dengan rekomendasi standar  kesehatan yang dicanangkan ACI. Khususnya dalam panduan Aviation Business Restart and Recovery serta rekomendasi dari ICAO Council Aviation Recovery Task Force.

Untuk di kawasan ASEAN, tercatat hanya dua bandara yang meraih akreditasi dari ACI. Kedua bandara tersebut yaitu Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Changi di Singapura.

Topik yang dievaluasi ACI antara lain kebersihan dan disinfeksi, jaga jarak fisik di area yang memungkinkan, perlindungan terhadap staf, dan tata letak ruang. Begitu juga dengan komunikasi kepada penumpang pesawat dan fasilitas penumpang pesawat.

Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan, keberhasilan Bandara Soekarno-Hatta meraih akreditasi tersebut tidak lepas dari dukungan regulator dan masyarakat luas. “Kementerian Kesehatan dan Kementerian Perhubungan sangat mendukung penerapan protokol kesehatan,” ujar Awaluddin.

Awaluddin mengatakan, dorongan juga diberikan Kementerian BUMN untuk selalu mengedepankan protokol kesehatan di samping tentunya menjaga aspek pelayanan dan operasional. Begitu juga dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang mendukung sektor penerbangan untuk dapat tetap berkontribusi optimal.

Awaluddin mengungkapkan, kunci protokol kesehatan di Bandara Soekarno-Hatta adalah Biosafety dan Biosecurity Management. Awaluddin menuturkan, Biosecurity Management dijalankan untuk melindungi publik dari bahaya Covid-19, dengan program jaga jarak fisik, health screening, passenger touchless processing, facility cleanliness, dan people protection.

Sementara Biosafety Management untuk membuat lingkungan tetap sehat. Hal tersebut dilakukan program biohazard precautions, environment screening, testing lab facilities, infrastructure sterilization, dan public health assurance.

“Safe Travel Campaign yang dicanangkan AP II bersama stakeholder sejak Juli 2020 menjadi semakin kuat, karena protokol kesehatan di Bandara Soekarno-Hatta telah beberapa kali mendapat pengakuan global termasuk kali ini dari ACI,” jelas Awaluddin.

Dia menambahkan, keberhasilan meraih akreditasi dari ACI secara langsung juga meningkatkan optimisme AP II untuk dapat memenuhi standar global dalam operasional dan berbagai prosedur lain termasuk aspek kesehatan. Awaluddin memastikan, bandara AP II sudah menjalankan pola pengelolaan dan operasional yang mengikuti best practice di industri global.

rpblk

LEAVE A REPLY