9 November Sejarah Dunia: Kamboja Merdeka Hingga Meninggalnya Sarwo Edhie

0
294
Ilustrasi Kamboja Merdeka.
Ilustrasi Kamboja Merdeka.

SOLO, Nawacita – Beragam peristiwa penting dan bersejarah yang patut dikenang terjadi di berbagai penjuru dunia dari tahun ke tahun pada 9 November. Dihimpun dari Thepeoplehistory.com, Brainyhistory.com, dan Wikipedia.org, berikut sejumlah peristiwa yang dirangkum dalam catatan peristiwa dunia hari ini, 9 November.

1729
Inggris dan Spanyol menandatangani Perjanjian Sevilla di Sevilla, Spanyol. Perjanjian itu merupakan perjanjian damai untuk mengakhiri Perang Inggris-Spanyol yang berlangsung sejak 1727. Dari perjanjian tersebut, Inggris berhak berkuasa di Pelabuhan Mahon dan Gibraltar. Sebagai gantinya, Inggris harus memberikan dukungannya terhadap Ratu Spanyol Elisabeth Farnese untuk menguasai wilayah Parma di Italia.

1914
Pasukan Australia berhasil mengalahkan pasukan Jerman dalam pertempuran di perairan dekat Pulau Cocos di Samudera Hindia. Dalam pertempuran memperebutkan Pulau Cocos itu, kapal milik Jerman SMS Emden tenggelam setelah dibombardir kapal tempur HMAS Sydney milik Australia. Hingga kini, Pulau Cocos masih menjadi wilayah kekuasaan Australia, meski lokasinya lebih dekat dengan Pulau Jawa dan Sumatra di Indonesia.

1918
Wilhelm II turun dari takhtanya sebagai kaisar Jerman yang telah ia pangku selama 20 tahun. Mundurnya Wilhelm II itu sekaligus menjadi tanda runtuhnya Kekaisaran Jerman yang lantas digantikan Republik Weimar. Beberapa wilayah kekuasaan Jerman juga lantas melepaskan diri setelah runtuhnya kekaisaran.

Baca Juga: 7 November Sejarah Dunia: Meninggalnya Umar Bin Khattab Hingga Berdirinya Partai Masyumi

1921
Einstein terima Nobel Fisika, Pada 9 November 1921 Albert Einstein menerima Nobel Fisika atau ilmu alam yang mempelajari materi beserta gerak dan perilakunya dalam lingkup ruang dan waktu, bersamaan dengan konsep yang berkaitan seperti energi dan gaya. Salah satu ilmu sains paling dasar, tujuan utama fisika adalah memahami bagaimana alam semesta bekerja.

1931
Jenderal Mah Chang Shan dari Heilungkiang, Manchuria, Tiongkok mendeklarasikan perang terhadap Jepang. Hal itu dilakukan demi mengusir tentara Jepang yang telah menginvasi Manchuria sejak beberapa pekan sebelumnya. Namun, upaya itu gagal dan Jepang berhasil menguasai wilayah Manchuria serta membentuk negara boneka yang dinamai Manchukuo. Kini wilayah itu dikenal sebagai Tiongkok Timur Laut.

1937
Jepang berhasil merebut kekuasaan di Shanghai dari Tiongkok. Jepang lantas menguasai Shanghai hingga akhir Perang Dunia II pada 1945. Semasa Perang Dunia II, Shanghai merupakan satu-satunya kota di dunia yang menerima orang-orang Yahudi tanpa syarat.

1938
Orang-orang Nazi menyerbu toko-toko dan pusat usaha milik orang Yahudi serta sejumlah sinagoge di Jerman dan menimbulkan kerusuhan pada malam hari. Peristiwa itu berlangsung selama dua hari dan mengakibatkan 30.000 orang Yahudi ditawan dan beberapa di antaranya dibunuh. Tragedi itu lantas dikenang dengan sebutan Kristallnacht atau Malam Kristal karena banyak pecahan kaca pada peristiwa itu.

1945
Kelompok pemuda di Banjarmasin, Kalimantan Selatan bertempur melawan tentara Belanda yang dibantu tentara Australia yang ingin kembali menguasai wilayah Banjarmasin setelah mundurnya Jepang. Pertempuran itu juga dipicu upaya Belanda yang ingin merebut senjata-senjata milik Jepang yang telah disita para pemuda di Banjarmasin. Namun sayangnya, para pemuda di Banjarmasin itu berhasil dipukul mundur lantaran banyak di antara mereka yang gugur dan kurangnya perlengkapan tempur.

1948
Luiz Felipe Scolari lahir di Passo Fundo, Brasil. Ia merupakan pemain sepak bola yang berkarier sejak 1973 hingga 1981. Meski kariernya sebagai pemain tak terlalu cemerlang, ia sukses menjadi pelatih. Sebagai pelatih, ia telah mengantar Brasil menjuarai Piala Dunia 2002. Setelah itu, ia sempat melatih Portugal selama lima tahun. Sejak 2012 lalu, Scolari kembali menjadi pelatih Tim Nasional Brasil.

1953
Kamboja merdeka, Kerajaan Kamboja adalah sebuah negara berbentuk monarki konstitusional di Asia Tenggara. Negara ini merupakan penerus Kekaisaran Khmer yang pernah menguasai seluruh Semenanjung Indochina antara abad ke-11 dan 14.

Menjelang kemerdekaannya, Negara Kesatuan Republik Indonesia banyak membantu negara Kamboja ini. Buku – buku taktik perang karangan perwira militer Indonesia banyak digunakan oleh militer Kamboja. Oleh karenanya, para calon perwira di militer Kamboja, wajib belajar dan dapat berbahasa Indonesia.

Baca Juga: 14 Oktober Sejarah Dunia: Pemberontakan Yahudi di Polandia Hingga Korea Selatan Serang Cina

1957
Kelahiran eks Mendagri Gamawan Fauzi, Gamawan Fauzi memiliki gelar Datuk Rajo Nan Sati seorang birokrat dan politikus Indonesia. Ia menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri Indonesia sejak 22 Oktober 2009 hingga 20 Oktober 2014.

Sebelumnya ia menjabat sebagai Gubernur Sumatera Barat sejak 15 Agustus 2005 hingga 22 Oktober 2009. Dan dia juga pernah menjabat sebagai Bupati Solok termuda selama 2 periode pada tahun (1995–2000), (2000–2005). Gamawan Fauzi pernah meraih penghargaan Perhumas Gamawan fauzi dikenal dengan konsep Good, Clean and Efficient Governance-nya. Ia juga penerima Bung Hatta Award atas keberhasilannya memerangi korupsi pada saat menjadi bupati di Kabupaten Solok.

1974
Alessandro Del Piero lahir di Conegliano, Italia. Ia lantas dikenal luas sebagai pemain sepak bola profesional yang pernah membela Juventus selama 19 tahun, yakni dari 1993 hingga 2012. Bersama Juventus, Del Piero telah mengemas 208 gol dari 513 penampilannya di Liga Italia. Sebelum memutuskan pensiun pada 2015 lalu, Del Piero sempat membela klub di Australia, Sidney FC, dari 2012 hingga 2014, dan salah satu klub di India, Delhi Dynamos, dari 2014 sampai 2015.

1989
Meninggalnya Letjen (Purn) Sarwo Edhie Wibowo, Sarwo Edhie Wibowo adalah seorang tokoh militer Indonesia. Ia adalah ayah dari Kristiani Herrawati, ibu negara Republik Indonesia, yang merupakan istri dari Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Ia juga ayah dari mantan KSAD, Pramono Edhie Wibowo. Ia memiliki peran yang sangat besar dalam penumpasan Pemberontakan Gerakan 30 September dalam posisinya sebagai panglima RPKAD (atau disebut Kopassus pada saat ini). Selain itu, ia pernah menjabat juga sebagai Ketua BP-7Pusat, Duta besar Indonesia untuk Korea Selatan serta menjadi Gubernur AKABRI.

soknws.

LEAVE A REPLY