Demo Rusuh, Pemprov DKI Diduga Sengaja Matikan CCTV

0
172
Demo Rusuh, Pemprov DKI Diduga Sengaja Matikan CCTV.
Demo Rusuh, Pemprov DKI Diduga Sengaja Matikan CCTV.

JAKARTA, Nawacita Jagat media sosial sempat dihebohkan aksi unjuk rasa 1310 menolak Undang-undang Cipta Kerja yang berakhir bentrok dengan aparat kepolisian, Selasa (13/10/2020) kemarin. Sebab, sejumlah kamera pemantau atau CCTV dikabarkan mati saat peristiwa berlangsung.

CCTV yang dinonaktifkan disebut berada di kawasan Bundaran HI, Cideng Barat, Flyover Jatibaru, Hasyim Ashari, Medan Merdeka Selatan, Perempatan Abdul Muis, hingga Pramuka Raya.

Mengenai hal ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membantahnya. Kamera yang terpasang itu disebutnya sudah rusak duluan saat demonstrasi buruh dan mahasiswa pada tanggal 8 Oktober lalu.

Baca Juga: Ribuan Personel TNI-Polri Amankan Demo di Istana Negara

Kepala UP Jakarta Smart City Diskominfotik DKI Jakarta Yudhistira Nugraha menyebut sebagian CCTV pun mengalami gangguan jaringan. Akibatnya masyarakat tak bisa mengaksesnya untuk sementara waktu.

Baca Juga: Ridwan Kamil Temui Ribuan Pendemo dan Sampaikan Aspirasi Buruh ke Presiden

“Beberapa CCTV mati karena mengalami kerusakan pasca demo sebelumnya dan ada beberapa jaringan yang mengalami gangguan,” ucap Yudhistira saat dihubungi, Rabu (14/10/2020).

Menurutnya masyarakat bisa mengakses CCTV yang disediakan bali tower lewat aplikasi Jakarta Kini (Jaki). Karena itu, ia membantah ada kesengajaan untuk mematikan CCTV. “Untuk akses CCTV masih bisa diakses khususnya CCTV Bali Tower melalui Aplikasi Mole cool yang diakses melalui JAKI. Tidak ada CCTV yang dimatikan,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, pihak Jakarta Smart City hanya membantu menyiarkan tayangan CCTV lewat Jaki. Sementara perbaikannya dikerjakan oleh penyedia layanan. “Kita hanya menerima feed CCTV saja. Faktor CCTV tidak aktif bisa banyak pertama Karena rusak dan akses jaringannya terputus,” pungkasnya.

suanws.

LEAVE A REPLY