Inilah Sederet Manfaat UU Cipta Kerja Untuk Indonesia

0
166
Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAKARTA, Nawacita – Undang-Undang Cipta Kerja mendapatkan penolakan dari masyarakat. UU Cipta kerja yang berkaitan dengan ketenagakerjaan dinilai banyak merugikan para pekerja dan juga buruh.

Lantas benarkah UU Cipta Kerja ini merugikan para pekerja? atau justru menguntungkan bagi Indonesia dan para pekerjaannya?

Pengamat Ekonomi Piter Abdullah mengatakan, niat pemerintah dan juga DPR untuk mengesahkan UU Cipta Kerja ini sangat baik. Karena dalam jangka panjang, UU Cipta Kerja ini akan menguntungkan semua pihak.

Sebagai gambaran, dengan UU Cipta Kerja ini maka seluruh hal yang menghambat investasi seperti perizinan khususnya di daerah dipangkas habis. Hal ini berdampak baik bagi investasi yang masuk ke Indonesia.

Baca Juga: Berikut Isi Lengkap RUU Cipta Kerja yang Disahkan DPR

“Dan saya kira kalau dilihatnya ya sangat baik. Dan isinya pun saya kira tidak ada yang salah. Tidak ada yang buruk sebenarnya di dalamnya,” ujarnya saat dihubungi wartawan, Selasa (13/10/2020).

Dengan semakin banyaknya investasi yang masuk ke Indonesia ini juga akan menguntungkan bagi para calon pekerja dan yang sudah bekerja. Sebab biasanya, perusahaan atau investor yang masuk ke Indonesia membutuhkan tenaga kerja untuk bantu mengoperasionalkan bisnisnya di dalam negeri.

Terbukanya lapangan pekerjaan maka angka pengangguran juga bisa semakin berkurang. Karena jumlah angkatan kerja atau pengangguran bisa terserap dengan adanya investasi.

Hal ini juga berdampak kepada kesejahteraan masyarakat Indonesia. Karena masyarakat yang tadinya secara penghasilan belum stabil karena tidak memiliki pekerjaan, akhirnya kesejahteraannya bisa meningkat.

Meningkatnya kesejahteraan masyarakat ini juga akan berpengaruh pada perekonomian Indonesia secara keseluruhan. Karena daya beli masyarakat juga meningkat, sedangkan salah satu instrumen pendorong ekonomi terbesar Indonesia adalah konsumsi rumah tangga.

“Pemerintah itu niatnya sangat baik. Karena dalam jangka panjang ini akan menguntungkan semua pihak. Kalau investasi naik, pertumbuhan ekonomi naik, lapangan pekerjaan itu terbuka otomatis semua akan mendapatkan manfaat baiknya,” jelasnya.

Hanya saja yang patut mendapatkan kritik adalah cara melakukan atau mengesahkan UU Cipta Kerja ini yang dinilai publik terlalu tergesa-gesa. Oleh karena itu, muncul persepsi publik tentang adanya permainan dalam pembuatan aturan sapu jagat ini.

Baca Juga: Pasca UU Cipta Kerja 153 Perusahaan Antre Masuk RI

Padahal, beberapa masyarakat yang ikut menyuarakan penolakan ini juga belum sepenuhnya tahu mengenai UU Cipta Kerja ini. Namun karena stigma negatif tersebut maka masyarakat langsung bereaksi cepat karena merasa dirinya terancam jika ada UU Cipta Kerja ini.

“Cuma yang baik itu kalau tidak dilakukan dengan proses dengan cara yang baik belum tentu diterima dengan baik. ini kan masalahnya itu, jadi prosesnya itu dilihat tidak cukup baik karena tidak merangkul semua tidak melibatkan banyak pihak. Sehingga muncul kecurigaan-kecurigaan stigma bahkan karena stigmanya sudah terlalu menggunung sudah terlalu negatif banyak orang yang belum baca saja sudah anti,” jelasnya.

Seharusnya, lanjut Piter, hal-hal seperti ini harus diantisipasi oleh pemerintah. Karena isu UU Cipta Kerja ini rawan untuk ditunggangi oleh beberapa oknum yang tidak menyukai pemerintahan sekarang.

“Belum ngerti isinya sudah enggak setuju. Jadi hal-hal seperti itu yang terjadi dan nampaknya pemerintah juga tidak antisipasi bagaimana politik juga bisa bermain. Banyak yang tidak menyukai pemerintah memboncengi ini. Memanfaatkan UU omnibus law untuk mendiskreditkan pemerintah juga,” kata Piter.

oknws.

LEAVE A REPLY