Tanpa Marquez, Rossi Yakin Bisa Raih Gelar Juara Dunia Ke-10

0
237
Valentino Rossi dan Marc Marquez.
Valentino Rossi dan Marc Marquez.

MISANO, Nawacita Pembalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi, mengaku kini jauh lebih percaya diri untuk bisa meraih gelar juara dunia ke-10. Pasalnya, dalam gelaran MotoGP 2020, Marc Marquez harus menepi untuk waktu yang lama, sehingga membuat persaingan menjadi ketat.

Meski Rossi saat ini sudah berusia 41 tahun, namun pembalap berjuluk The Doctor itu masih patut diperhitungkan. Karena, saat ini Rossi bisa dibilang sebagai pembalap Yamaha yang paling stabil dalam urusan mencetak poin.

Dari enam seri balapan yang telah dilangsungkan musim ini, Rossi tercatat sebanyak empat kali finis di jajaran lima besar. Pada balapan teranyar, yakni MotoGP San Marino 2020 di Sirkuit Misano, The Doctor finis keempat.

Baca Juga: Jadwal MotoGP San Marino 2020, Balapan di Kampung Rossi

Rossi sebenarnya sedikit menyesali kegagalannya naik podium dalam balapan tersebut. Karena, pada awalnya Rossi mampu menempati posisi kedua, sebelum dirinya disalip oleh Francesco Bagnaia dan kemudian Joan Mir di lap terakhir.

Seandainya, Rossi finis kedua dalam balapan tersebut, maka The Doctor hanya akan berselisih 11 poin saja dari Andrea Dovizioso yang berada di puncak. Akan tetapi, karena Rossi finis keempat, maka ia kini mengumpulkan 58 poin dan berselisih 18 angka.

Kendati demikian, Rossi enggan merasa pesimis. Mengingat masih ada delapan seri balapan lagi yang akan dilangsungkan, Rossi percaya kesempatannya untuk meraih gelar juara dunia tetap terbuka. Apalagi, pada balapan berikutnya Marquez masih akan absen.

Baca Juga: Jadwal MotoGP Austria 2020, Marquez Masih Absen

“Ya, saya sedang memikirkan Kejuaraan Dunia. Ini benar-benar mulai menarik. tapi saya harus mulai lebih cepat, jika saya finis kedua saya akan berselisih 11 poin dari pembalap teratas,” ungkap Rossi, seperti dilansir dari Tutto Motori Web, Selasa (15/9/2020).

“Saya kini berjarak 18 poin. Ada banyak balapan, apapun bisa terjadi dan jadi saya harus berusaha memberikan yang terbaik. Kami semua berdekatan dan tidak ada favorit yang pasti, karena setiap pembalap memiliki masalah pada gilirannya,” lanjut Rossi.

Pada awalnya, Fabio Quartararo cukup difavoritkan untuk menjadi juara dunia karena ia mampu menyabet kemenangan di dua seri pertama. Akan tetapi, pada empat balapan berikutnya, pembalap berkebangsaan Prancis itu justru kesulitan untuk bisa mendapatkan podium lagi.

“Quartararo memiliki tekanan di Kejuaraan Dunia dan membuat kesalahan, Dovizioso mengalami salah satu musim yang paling sulit dan tidak tahu apa yang akan dilakukan pada tahun 2021, Maverick (Vinales) hebat dalam kualifikasi dan dalam tes, lap cepat adalah poin kuatnya, tetapi kekuatan saya terlihat pada balapan di hari Minggu,”terang Rossi.

oknws.

LEAVE A REPLY