Menteri Erick Akan Gabungkan 22 Hotel Milik BUMN

0
88
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

JAKARTA, Nawacita – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyiapkan langkah untuk menggabungkan sejumlah hotel milik BUMN. Tercatat ada lima perseroan yang sudah meneken nota kesepahaman (MoU) tentang rencana konsolidasi bisnis hotel BUMN.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, hal itu dilakukan agar BUMN bersangkutan dapat menjalankan usaha sesuai inti bisnisnya yang mereka jalankan.

“Hotel-hotel milik BUMN memiliki lokasi yang sangat strategis, sehingga jika kita bisa fokus memberikan pelayanan yang baik maka sangatlah mungkin hotel milik BUMN ini menjadi kebanggaan Indonesia,” kata Tiko dalam siaran pers, Jakarta, Selasa (15/9/2020).

Baca Juga: Menteri Erick Bakal Temui Wapres Bahas Vaksin Halal

Adapun lima BUMN yang ikut dalam penandatanganan nota kesepahaman tersebut adalah, yakni PT Garuda Indonesia (Persero), PT Hotel Indonesia Natour (Persero), PT Pertamina (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) dan PT Pegadaian (Persero).

Melalui penandatanganan nota kesepahaman tersebut, kelima BUMN berkomitmen mengkonsolidasikan bisnis hotel yang mencakup 22 unit hotel dan dua hotel operator management.

Baca Juga: Erick Thohir Pangkas BUMN Hingga Tinggal 40 BUMN

Penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut juga merupakan langkah awal dan sebagai tindak lanjut dari rangkaian kesepakatan dan diskusi yang telah dilaksanakan setiap pihak serta arahan dari keputusan Kementerian BUMN.

Untuk diketahui, Erick Thohir saat ini juga berupaya merampingkan perusahaan-perusahaan BUMN. BUMN yang semula berjumlah 142 BUMN saat ini menjadi 107. Kemudian akan dikurangi hingga menjadi 40 perusahaan.

Hotel-hotel milik BUMN akan dikonsolidasikan sehingga diharapkan dapat menjadi lebih efisien dan kompetitif serta mampu bersaing dengan industri perhotelan di dalam dan di luar negeri.

oknws.

LEAVE A REPLY