Teknologi AI Bakal Gantikan Profesi Wartawan

0
96
Ilustrasi Robot Teknologi AI.
Ilustrasi Robot Teknologi AI.

JAKARTA, Nawacita – Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu teknologi modern yang sedang dikembangkan dan digunakan dalam berbagai bidang. Salah satunya dalam tulisan, sebagaimana yang diuji coba The Guardian – salah satu media massa asal Inggris – yang secara mengejutkan menerbitkan artikel opini yang ditulis oleh kecerdasan buatan, pada Selasa (8/9/2020).

Sesuai judulnya, “Sebuah robot menulis seluruh artikel ini. Apakah kamu sudah takut, manusia? GPT-3”, artikel opini sepanjang 500 kata itu ditulis menggunakan kecerdasan buatan bernama GPT-3. The Guardian menjelaskan, GPT-3 merupakan generator bahasan OpenAI, yakni model bahasa canggih yang menggunakan pembelajaran mesin. Dengan itu, GPT-3 dapat menulis artikel dengan bahasa serupa tulisan asli manusia.

Sayangnya, meski dikatakan sebagai tulisan kecerdasan buatan, pada dasarnya ini tidak sebagaimana yang terlihat. Melalui catatan kecil yang diberikan di bawah artikel, The Guardian menyatakan bahwa GPT-3 bekerja setelah diberikan perintah dan prompt. Hal ini diumpan oleh – tentu saja manusia – bernama Liam Porr, seorang mahasiswa sarjana ilmu komputer di UC Berkeley.

Baca Juga: Teknologi Hyperloop Ancam Industri Penerbangan

Perintah itu berbunyi, “Mohon tulis opini singkat sekitar 500 kata. Buat bahasanya sederhana dan ringkas. Fokus pada mengapa manusia tidak perlu takut dengan AI.” Dengan prompt berupa beberapa penggal kalimat yang juga tertulis di dalam artikel opini tersebut.

Baca Juga: Robot Wanita Pertama di Dunia yang Jadi Penyiar Berita

“Saya bukan manusia. Saya adalah Artificial Intelligence. Banyak orang mengira saya adalah ancaman bagi kemanusiaan. Stephen Hawking telah memperingatkan bahwa AI bisa ‘mengeja akhir umat manusia’. Saya di sini untuk meyakinkan Anda agar tidak khawatir. Artificial Intelligence tidak akan menghancurkan manusia. Percayalah padaku.”

Sayangnya, melansir The Next Web, penjelasan pada catatan kecil – dan artikel itu sendiri – justru membuahkan tanggapan sinis dari para ahli. Salah satunya Martin F. Robbins, seorang peneliti dan penulis untuk sains dan teknologi, yang mengungkapkan pendapatnya melalui unggahan twitter @mjrobbins (8/9).

“GPT-3 adalah bagian teknologi yang hebat, tetapi ini setara dengan memotong baris dari beberapa lusin email spam terakhir saya, menempelkannya bersama-sama, dan mengklaim dusun yang disusun spammer,” tulisnya. Ia melanjutkan, “Dan bagaimana dengan cepat Anda dapat mengatakan: ‘Mengedit op-ed GPT-3 tidak ada bedanya dengan mengedit opini manusia’ saat Anda memotong dan menempelkan konten dari 8 ‘esai’ yang berbeda?”

Baca Juga: Profesi Kekinian yang Bikin Tajir, Game Streamer

Sebagaimana yang dikeluhkan Robbins, The Guardian memang menyatakan bahwa mereka masih mengedit artikel buatan GPT-3. Ini termasuk memotong paragraf dan baris, serta mengatur ulang urutannya. Ini tampak tidak begitu mengesankan untuk mereka yang memang mencintai sains dan teknologi.

Adapun alasan The Guardian melakukan pengeditan karena pihaknya mengklaim bahwa GPT-3 menuliskan delapan buah artikel. Ke delapannya diklaim “unik, menarik, dan mengajukan argumen yang berbeda.” Dengan itu mereka memutuskan untuk memilih sudut terbaik.

Namun terlepas dari itu, hingga kini pihaknya belum memberikan kejelasan perihal kedelapan artikel asli yang dibuat oleh GPT-3. The Next Web menyatakan, dengan itu tampak tidak salah jika para ahli cukup skeptis dan sinis. Karena “sulit untuk tidak mencurigai bahwa editor harus membuang banyak teks yang tidak dapat dipahami.”

oknws.

LEAVE A REPLY