Alun-alun Surabaya, Hadir di Saat yang Kurang Tepat

0
485
Alun-alun Surabaya di Malam Hari.
Alun-alun Surabaya di Malam Hari.

SURABAYA, Nawacita – Alun-alun Kota Surabaya hadir di saat yang kurang tepat. Di tengah pandemi COVID-19, simbol kota itu diresmikan dan dibuka untuk umum. Pertunjukan kesenian pun digelar sebagai penanda hadirnya lambang pusaran sebuah kota. Warga Surabaya yang sudah rindu untuk rekreasi benar-benar menemukan Oase.

Mereka berbondong-bondong datang ke kawasan Balai Pemuda itu di Jalan Gubernur Suryo. Seperti merayakan sebuah kemenangan. Penerapan protokol kesehatan pun dilakukan dengan ketat selama pelaksanaan pagelaran seni.

Di satu sisi, Kota Surabaya masih berstatus zona orange waktu itu, di saat pembukaan alun-alun Surabaya. “Lama tidak jalan-jalan, katanya sudah dibuka. Berarti kan boleh untuk datang,” kata Haryo Wisanto, salah satu warga, Jumat (21/8/2020).

Baca Juga: Pamitan Ke Warga Surabaya, Risma: Saya Selesai Februari 2021

Setiap hari, ratusan warga berjejal untuk bisa masuk. Meskipun di area dalam dibatasi 160 orang saja, para warga masih saja berjejal di luar area. Mereka terlihat berkerumun dengan antrean untuk bisa masuk dan menikmati keindahan air mancur berkabut serta pertunjukan seni yang ada di area dalam alun-alun.

Di tengah gegap gempita itu, status Kota Surabaya kembali ke zona merah COVID-19. Angka penularan kembali tinggi dan berpotensi bagi semua warga. Rangkaian pertunjukan seni yang diadakan di Alun-alun Kota Surabaya pun harus dihentikan.

Baca Juga: Uji Coba Sekolah di Jatim Digelar Besok, Kecuali Surabaya dan Sidoarjo

Pemkot Surabaya pun akhirnya mengeluarkan pemberitahuan kalau tampilan kesenian di Alun-alun Surabaya dihentikan sementara terhitung mulai 21 Agustus. Mereka tak mau melihat banyaknya warga yang bergerombol. Pemberitahuan itu pun disebarkan ke berbagai linimasa media sosial.

Kabag Humas Kota Surabaya Febriadhitya Prajatara menuturkan, penghentian ini dilakukan karena membludaknya masyarakat yang datang sehingga protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19 sulit diterapkan.

Penerapan protokol kesehatan menjadi fokus utama di tengah upaya pencegahan penularan COVID-19. Sedangkan pertimbangan membuka Alun-Alun Surabaya ini, karena ingin mengakomodir pelaku seni dan melatih pembiasaan masyarakat dalam kehidupan normal baru.

sdnws.

LEAVE A REPLY