Tidak Setuju Sekolah Dibuka, Dewan: Guru Harus Ada Inovasi Pembelajaran Daring

0
152

Surabaya, Nawacita – Kabar dibukanya kembali pembelajaran tatap muka di Surabaya masih menjadi pro dan kontra. Pasalnya kebijakan ini ditakutkan akan merugikan siswa yang masuk sekolah.

Juliana Eva Wati anggota Komisi D DPRD Surabaya mengatakan kebijakan ini akan merugikan siswa. Apalagi pihak sekolah tidak bisa menjamin penuh bahwa peserta didik dan karyawan bisa benar-benar menerapkan protokol kesehatan.

“Taruhlah peserta didik bisa menerapkan protokol kesehatan. Lalu apakah misal tukang kebun sekolah, penjaga sekolah bisa? Apakah ada jaminan juga mereka tidak terpapar?,” terangnya kepada Nawacita pada Selasa 11 Agustus 2020.

Terkait alasan sekolah dibuka kembali dengan alasan agar siswa tidak terus melakukan pembelajaran Daring, Jeje sapaan akrabnya menekankan agar tenaga pendidik bisa memberikan inovasi dalam pembelajaran Daring. Sebab menurutnya inovasi pembelajaran cukup penting agar peserta didik tidak merasa bosan dengan pelajaran.

“Guru harus ada inovasi pembelajaran daring. Tentunya agar siswa tidak bosan dalam belajar,” imbuhnya.

Dewan termuda di DPRD Surabaya itu menambahkan bahwa Surabaya belum memasuki zona hijau. Walaupun tingkat penyebaran Covid-19 cenderung melandai.

“Surabaya belum zona hijau. Ini kan masih bahaya toh?,” katanya.

Ditanya terkait SKB 4 Menteri yang sudah di revisi bahwa zona kuning bisa melakukan pembukaan sekolah, Jeje masih membantah bahwa Surabaya masih jauh dari zona tersebut. Ia mengatakan bahwa Surabaya masih masuk zona oren.

“Kita juga belum masuk zona kuning. Masih oren. Berarti kan masih tinggi penyebaran Covid-19 nya,” pungkasnya.

(and)

LEAVE A REPLY