Hasil Polling Calon Bupati Karo : Jusua Ginting Ungguli Iwan Depari, Karo Jambi, Cory Sebayang dan Terkelin Brahmana

0
2404
Ilustrasi.
Ilustrasi.

SURABAYA, Nawacita Bakal calon Bupati Karo Brigjen Jusua Ginting jauh mengungguli bakal calon Bupati lainnya berdasarkan hasil survei dari lembaga survei pollingkita.com. Berdasarkan penelusuran kami, lembaga survei pollingkita.com menyelenggarakan survei online untuk mengukur popularitas dan elektabilitas bakal calon Bupati Karo.

Survei dilakukan dengan metode survei online yang dilakukan secara terbuka kepada masyarakat Karo. Poling tersebut secara langsung melakukan survei terbuka dengan mengajukan pertanyaan yang jelas dan tegas yakni “Siapakah Kandidat Bupati Karo Pilihanmu?”

Setelah mengajukan pertanyaan tersebut, Pollingkita.com kemudian meminta peserta survei atau polling untuk memilih tujuh nama yang mereka cantumkan. Tujuh nama bakal calon Bupati Karo tersebut yaitu Cory Sebayang, Terkelin Brahmana, Kena Ukur Surbakti (Karo Jambi), Cuaca Bangun, Brigjen Jusua Ginting, Iwan Depari & Budimanta Ginting.

Baca Juga: Konsekuensi Bila Pilkada 2020 Tak Jalankan Protokol COVID-19

Menariknya, nama bakal calon Bupati Karo itu ditulis secara acak dan tidak berdasarkan susunan alfabet. Dari survei tersebut, Brigjen Jusua Ginting menempati urusan pertama, Diikuti oleh Iwan Depari, Cuaca Bangun, Dan Kena Ukur Surbakti (Karo Jambi).

Sedangkan Bupati dan Wakil Bupati Karo saat ini, Terkelin Brahmana dan Cory sebayang berapa pada urutan terbawah.

Setiap orang atau setiap pemilih dapat secara real time melihat hasil poling yang masuk dengan cara mengklik opsi yang disediakan di bawah nama-nama yang dicantumkan. Untuk melihat langsung hasil survei secara real time, pemilih hanya tinggal mengklik “Lihat Hasil Polling” yang berwarna biru muda.

Baca Juga: Sah! Berikut 45 Calon Kepala Daerah PDIP di Pilkada Serentak 2020

Penyelenggara survei tersebut memastikan setiap orang atau setiap peserta survei hanya dapat memberikan satu suara. Sebab, pollingkita.com hanya memverifikasi satu suara dari satu alamat IP peserta. Situs tersebut juga memastikan akan menganulir duplikasi suara dari IP pemilih yang sama.

“Melakukan pemilihan berulang kali tidak diperbolehkan. Pemeriksaan duplikasi didasarkan pada alamat IP pemilih. Kami tidak mentolelir setiap kecurangan yang dilakukan dan akan menganulir semua suara yang berindikasi dilakukan oleh bot,” tulis situs pollingkita.com.

ncnws.

LEAVE A REPLY