Pemkot Surabaya, Upayakan Umbi Sebagai Pengganti Beras

0
168

Surabaya, Nawacita – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tengah mengupayakan berbagai program kedaulatan pangan dalam menghadapi Covid-19. Salah satunya yakni bertujuan mengantisipasi apabila Surabaya kekurangan pasokan beras.

Program kedaulatan pangan itu berupa penanaman makanan pengganti beras. Seperti umbi-umbian, sukun, pisang serta tanaman yang memiliki karbohidrat dan serat serupa dengan beras. Harapannya, agar masyarakat tidak saja mengonsumsi beras.

“Saya juga belajar ini bagaimana makanan beras ini bisa dicampur. Kami juga membuat resep mie dari talas, mie dari ketela pohon, mie dari ketela rambat. Sehingga nanti warga mungkin bisa memakan makanan yang selain beras, bisa yang lain,” kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pada Minggu 19 Juli 2020.

Risma sapaan akrabnya berencana akan menanam tanaman pengganti beras di bekas lahan kas desa. Selain itu, Ia juga berencana menanamnya di Balai Kota Surabaya.

“Kita akan tanami juga di Balai Kota, nanti lahan-lahan ini akan kita tanami padi, tales, selain itu kita juga tanam di bekas tanah ganjaran (Bekas Tanah Kas Desa). Kita sudah tanam pisang, sukun, padi, ketela rambat, talas,” katanya.

Lanjutny, Risma mempertimbangkan alternatif selain beras. Pasalnya kebutuhan beras warga di Surabaya itu sekitar 16.682.060 kilogram. Nah, jika ke depan kebutuhan beras ini tidak segera diantisipasi, ia khawatir hal ini dapat berdampak kurangnya bahan pangan di masyarakat. Terlebih di masa pandemi seperti saat ini. “Jadi karena itu kita siapkan (program kedaulatan pangan),” jelasnya.

Beberapa umbi-umbian yang telah ditanam di beberapa tempat itu rupanya juga telah siap untuk dipanen. Di antaranya, yaitu ketela pohon, ketela rambat, tales, hingga pisang. “Kita sudah mulai menanam mungkin ketela pohon 1,5 bulan yang lalu itu sudah 1 meter. Terus ketela rambat, ubi jalar dan pisang,” pungkasnya.

(and)

LEAVE A REPLY