Wakil Ketua Dewan Minta Layanan Kesehatan Patuhi Aturan Biaya Tertinggi Rapid Test

0
96

Surabaya, Nawacita – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengeluarkan surat edaran (SE) berisikan penetapan harga tertinggi pemeriksaan ralid test. Dalam SE bernomor HK. 02.02/I/2875/2020 menetapkan batas tertinggi pemeriksaan rapid tes sebesar 150ribu rupiah.

Laila Mufidah Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya mengatakan SE tersebut digunakan untuk mengatur dalam rangka memberi kepastian pelayanan kesehatan terkait Covid-19.

“Artinya penyedia rapid test kesehatan tingkat pertama maupun rujukan rapid test rumah sakit Surabaya harus memperhatikan penetapan batas tertinggi dari Kemenkes tersebut,” ucapnya pada Sabtu 11 Juli 2020.

Mantan ketua Fraksi PKB periode 2014-2019 itu menjelaskan sangat tidak realistis bila harga rapid tes melebihi angka 150 ribu rupiah. Harga ini juga akan berlaku di seluruh Puskesmas, Rumah Sakit dan Fasilitas Umum di surabaya.

“Jika penyedia rapid test di Surabaya masih saja tidak patuh atau membandrol tarif rapid test lebih mahal dari penetapan Kemenkes. Saya harap ada tindakan tegas berupa teguran oleh Kemenkes melalui dinas kesehatan setempat,” jelasnya.

Selain meminta harga disesuaikan, Laila sapaan akrabnya meminta Dinas Kesehatan Kota Surabaya untuk melakukan Rapid Test masal kepada santri-santri di Surabaya. Pasalnya Pondok Pesantren juga dinilai rentan terpapar Covid-19.

“Karena saya dapat banyak aduan dari sejumlah wali murid santri-santri, mengeluh dengan biaya rapid test mandiri. Saya meminta agar dinas kesehatan segera melakukan rapid test gratis bagi ratusan santri (penerus anak bangsa) sebelum berangkat ke pondok-pondok pesantren. Jangan sampai santri putus sekolah gegara tidak mampu membiayai rapid rest mandiri,” tandasnya.

(and)

LEAVE A REPLY