Pemkot Wacanakan Suntik Stimulan Kampung Tangguh, Dewan: Jangan Jadi Wacana Saja!

0
124

Surabaya, Nawacita– Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mewacanakan memberikan stimulan untuk kampung tangguh. Rencananya tiap kampung tangguh akan mendapat suntikan stimulan 3,5 juta rupiah.

Wacana ini mendapat tanggapan oleh Arif Fathoni Anggota Komisi A DPRD Surabaya. Pasalnya Ia masih meragukan wacana dari Pemkot tersebut.

“Jangan jadi wacana saja! Takutnya seperti mobil PCR dulu,” ujarnya saat ditemui di gedung DPRD pada Kamis 9 Juli 2020.

Cak Thoni sapaan akrabnya mengatakan bila dana untuk Kampung Tangguh bisa diambilkan dari biaya tidak terduga 12 milyar. Atau diambil dari dana mengambil dari refocusing.

“Bisa diambil dari sisa refocusing 164 Milyar. Sesuai Permendagri 20 tahun 2020, kepala daerah memiliki kelulasaan tanpa persetujuan DPRD Kota Surabaya,” ujarnya.

Politisi Golkar itu meminta bila wacana itu direalisasikan, maka Pemkot harus menghitung biaya Kampung Tangguh sampai 6 bulan kedepan. Sebab Pandemi Covid-19 diperkirakan akan melandai di akhir Desember mendatang.

“Kampung Tangguh itu kan anggarannya kecil. Tapi partisipasi masyarakatnya besar. Daripada mengotak-atik Perwali tentang RHU misalnya. Itu kan kebijakan yang mencari-cari. Tidak berpijak pada penanganan Covid,” tukasnya.

Lanjutnya Thoni menganggap suntikan tambahan stimulan itu dirasa cukup untuk tiap Kampung Tangguh. Oleh sebab itu, Ia meminta wacana itu benar-benar terealisasi.

Sebelumnya, dikutip dari TribunJatim.com Wishnu Sakti Buana penambahan dana setiap kampung dipersiapkan sebesar Rp 10 juta. Stimulan ini sebelumnya dinaikkan dari Rp 3 juta menjadi Rp 3,5 juta.

(and)

LEAVE A REPLY