Fasum Diklaim Orang, Warga Wadul Dewan

0
126

Surabaya, Nawacita– Warga Kebraon wadul ke DPRD Kota Surabaya terkait permasalahan tanah yang dialihkan menjadi Fasilitas Umum (Fasum). Awalnya tanah tersebut milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Baktiono Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya mengatakan ada laporan warga terkait perihal tanah tersebut. “Ada laporan warga terkait penyerahan sarana prasarana otoritas di perumahan dikebraon,” ungkapnya pada Kamis 9 Juli 2020.

Baktiono menjelaskan kronologi sengketa lahan seluas 172 meter persegi itu. Berdasarkan laporan warga, ada seseorang yang bernama Soemono yang diduga membuat sertifikat lahan tersebut. Sedangkan di satu sisi warga protes, sebab tanah itu dianggap warga sebagai Fasum.

“Warga membangun sendiri fasilitas umum itu. Yaitu berupa fasilitas olahraga, juga ada joging trek dan juga untuk aktivitas-aktivitas warga lainnya,” ungkapnya.

Selain Baktiono, Aning Rahmawati Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya mengugkapakan, bahwa Seketa tanah Fasum warga masyarakat Kebraon tersebut masih dalam proses. “Ini kita masih mencari kejelasan,” ungkapnya.

Aning memamaparkan, ternyata yang dipermasalahkan pada sengketa itu ada dua masalah. Yakni, legalitas sertifikat atas nama Sumono dan juga belum diserahkannya Fasum-Fasos oleh PT KKI kepada Pemkot Surabaya.

“Sehingga dengan aturan Raperdanya, maka harus dilakukan surat penagihan. Kalau selama tiga hari surat itu tidak ditangapi, maka diberikan surat teguran. sampai di blacklist sehingga pada akhirnya masyarakat bisa menyerahkan kepada pemkot. Sehingga fasum Fasumnya difasilitasi oleh pemkot,” Pungkasnya.

(and)

LEAVE A REPLY