Telkom Akhirnya Buka Blokir Netflix

0
135
Ilustrasi Penggunaan Netflix
Ilustrasi Penggunaan Netflix

Jakarta, Nawacita – Empat tahun lamanya Telkom Group memblokir akses Netflix ke pelanggannya. Tapi terhitung Selasa (7/7/2020), semua itu berakhir.

Kini pelanggan IndiHome, Wifi.id dan Telkomsel tidak perlu menggunakan VPN lagi untuk mengakses konten yang ada di Netflix.

Adapun yang menjadi alasan Telkom membuka blokir tidak terlepas dari komitmen Netflix untuk bisa diterima oleh masyarakat Indonesia. Tidak hanya ketersediaan konten lokal, tapi juga kehadiran sistem untuk melakukan pembatasan akses atas tayangan sensitif dan ketidaksesuaian umur bagi pelanggan (parental control).

Netflix juga menyediakan mekanisme untuk penanganan keluhan pelanggan. Termasuk sesegera mungkin mendengar masukan dan bersedia menyelesaikan keluhan dari Pemerintah atau regulator dalam waktu 24 jam atau sesuai dengan kurun waktu yang ditentukan oleh pihak yang berwenang.

“Telkom mengapresiasi perubahan pendekatan yang dilakukan Netflix untuk pasar Indonesia dan karenanya memberi kesempatan pada pelanggan TelkomGroup untuk dapat mengakses beragam konten hiburan,” jelas Vice President Corporate Communication Telkom, Arif Prabowo.

Netflix turut menyepakati komitmen kepatuhan pada “Self Regulatory Code for Subscription Video on Demand Industry in ASEAN” di mana salah satu kesepakatannya adalah untuk tidak menayangkan prohibited content yakni konten yang melanggar hak cipta, mengandung pornografi anak, terorisme dan melanggar Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) serta yang mendiskreditkan kelompok masyarakat tertentu.

Dengan adanya implementasi content code dari Netflix ini, Telkom menyambut itikad baik tersebut sebagai peluang meningkatkan kualitas layanan melalui ragam konten hiburan, termasuk konten lokal dengan tetap berkomitmen mengedepankan kenyamanan dan perlindungan terhadap pelanggan.

“Kemitraan ini merupakan upaya menumbuhkembangkan bisnis digital serta untuk terus menjaga excellent customer experience Telkom Group dengan menyediakan berbagai kemudahan dan kenyamanan dalam mengakses konten-konten berkualitas. Ke depannya Telkom berharap agar Netflix dapat lebih berperan pada kemajuan perfilman nasional dengan memperbanyak tayangan produk konten lokal,” tutup Arif.

Kebutuhan Pelanggan

Dengan dibukanya blokir akses oleh Telkom Group tentu memberikan peluang baru bagi Netflix di Indonesia. Mereka kini dapat menjangkau pelanggan IndiHome dan Telkomsel yang selama ini belum banyak tersentuh.

Communication Manager, Netflix Kooswardini Wulandari, mengatakan pihaknya sangat senang karena saat ini layanan mereka telah dapat diakses melalui jaringan Telkom. Artinya sekarang masyarakat Indonesia dapat menikmati tayangan Netflix yang beragam, mulai dari serial TV, dokumenter, serta film lokal dan internasional berkualitas di semua jaringan.

“Kami akan terus memberikan layanan terbaik bagi seluruh penggemar hiburan di Indonesia dengan menambahkan lebih banyak film-film Indonesia di Netflix, meningkatkan pengalaman pengguna, serta mengembangkan kerja sama dengan mitra-mitra di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu Vice President Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin menyebutkan, sebagai bagian dari Telkom Group, pembukaan akses layanan Netflix untuk pelanggan Telkomsel tentunya sejalan dengan kebijakan Telkom Group mengenai pembukaan akses layanan Netflix di semua produk dan layanan Telkom Group.

“Sesuai dengan informasi yang telah diumumkan oleh Telkom Group, terhitung mulai 7 Juli 2020, pelanggan produk Telkomsel baik prabayar maupun pascabayar sudah dapat mengakses layanan aplikasi Video on Demand (VOD) Netflix menggunakan jaringan broadband Telkomsel,” sebutnya secara tertulis, Selasa (7/7/2020).

Dikatakan Denny, hadirnya layanan Netflix di jaringan Telkomsel merupakan langkah Telkomsel bersama Telkom Group dalam menjawab tingginya kebutuhan pelanggan akan layanan streaming berbasis video on demand.

“Sehingga, kemudahan ini diharapkan akan menambah ragam pilihan produk dan layanan gaya hidup digital bagi pelanggan Telkomsel,” sebutnya.

Dia menambahkan, Telkomsel secara konsisten berkomitmen akan terus menghadirkan jaringan berkualitas dengan cakupan terluas yang didukung pemanfaatan teknologi terdepan super 4.9G, guna menjamin kemudahan dan kenyamanan bagi pengalaman pelanggan mengakses ragam pilihan layanan berbasis gaya hidup digital terbaik kapanpun dan di manapun.

Berujung Manis

Netflix pertama hadir secara resmi di Indonesia pada awal Januari 2016, tepatnya pada 7 Januari 2016. Selain Indonesia, ada 130 negara lain yang disambangi oleh layanan video streaming tersebut.

“Hari ini Anda sedang menyaksikan kelahiran jaringan TV internet global baru. Dengan peluncuran ini, konsumen di seluruh dunia, dari Singapura ke St Petersburg, dari San Francisco ke Sao Paulo – akan dapat menikmati acara TV dan film secara bersamaan tanpa menunggu lama,” kata Co-founder and Chief Executive Reed Hastings dalam keynotenya di CES 2016.

Tak sampai sebulan setelah dirilis di Indonesia, Telkom Group langsung memblokir layanan tersebut. Netflix tak bisa diakses lewat jaringan Indihome, Wifi.id, dan Telkomsel. Pemblokiran itu dimulai sejak 27 Januari 2016 pukul 00.00 WIB. “Per tadi malam,” ujar Vice President Consumer Marketing & Sales Telkom, Jemy Cofindo kepada detikINET, saat itu.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Konsumer Telkom Dian Rachmawan menyebut Netflix diblokir karena tidak memenuhi regulasi di Indonesia dan banyak memuat konten berbau pornografi.

“Kami ini Badan Usaha Milik Negara, harus menjadi contoh dan menegakkan kedaulatan Negara Kedaulatan Republik Indonesia dalam berbisnis. Kita maunya kalau berbisnis itu harus mematuhi aturan Indonesia,” tegasnya.

Dijelaskannya, jika ada kerjasama antara Netflix dan Telkom maka konten yang mengandung kekerasan dan pornografi bisa tersaring untuk pelanggan IndiHome, Wifi.id, dan Telkomsel.

“Kalau kerjasama langsung, kita bisa kelola Netflix melalui platform yang dimiliki Telkom. Aksi blokir ini tak akan berdampak ke pelanggan kami, mereka (Netflix) masih kecil di sini. Mumpung masih kecil, kita ajarin ikut aturan di sini,” pungkasnya.

Di lain pihak, Menkominfo saat itu, Rudiantara, masih memberikan kelonggaran bagi Netflix untuk memenuhi aturan di Indonesia sampai 7 Februari 2016. Menurutnya Netflix harus berbadan hukum tetap atau bekerja sama dengan operator telekomunikasi di Indonesia. Opsi lain yang ditawarkan adalah Netflix harus memiliki izin sebagai penyelenggara penyedia konten.

Pemblokiran Netflix oleh Telkom itu terus berlanjut, dan pada akhir 2018 pun mereka belum mencapai kata sepakat untuk bermitra. Corporate Communication Netflix Kooswardini Wulandari saat itu mengatakan baik Netflix dan Telkom masih mencari jalan keluar dari persoalan tersebut, yang disebutnya terkait kesepakatan bisnis.

Padahal, saat itu Netflix sudah menjalin kerja sama dengan sejumlah operator lokal, seperti XL Axiata, Bolt, Hutchison 3 Indonesia, dan Smartfren, yang masing-masing menyediakan paket data untuk streaming video.

Netflix juga terus meningkatkan pengalaman pelanggannya yang berasal dari Indonesia. Seperti meluncurkan antarmuka dan subtitle dalam bahasa Indonesia. Meski begitu, Netflix tetap belum tertarik untuk membuka kantor di Indonesia, bahkan sampai pertengahan 2019.

“Saat ini kami belum juga memiliki kantor, mungkin suatu hari bakal ada. Namun sekarang ini kami belum ada pembicaraan soal membuka kantor di sini,” jelas Head of Corporate Communications Netflix Asia Tenggara Leigh Wong dalam acara Rumah Netflix di Jakarta, 1 Agustus 2019.

Netflix memilih berkontribusi dengan cara lain, yaitu merekrut talenta anak negeri untuk jadi bagian tim pengembangan Netflix di Indonesia. Mereka pun berinvestasi dalam pembuatan konten.

Kemudian salah satu cara Netflix untuk menggaet pasar di Indonesia adalah dengan menghadirkan paket berlangganan khusus dengan tarif lebih murah, yang dirilis pada pertengahan Desember 2019. Yaitu Rp 49 per bulan dan hanya bisa diakses lewat ponsel.

Pemerintah sendiri tampaknya tak ingin campur tangan terkait pemblokiran Netflix oleh Telkom tersebut. Pada akhir 2019 Menkominfo Johnny G Plate menyebut dirinya tak bisa campur tangan karena masalah itu terkait bisnis.

“Kalau bisnis kita serahkan B to B (business to business) apa relasinya, mungkin ada hal yang sifatnya komersial. Kami berharap antara B to B bisa diselesaikan secara cepat. Kami harap segera selesai,” kata Johnny pada Rabu 25 Desember 2019.

Pada 2020, nasib Netflix di Indonesia terlihat lebih baik setelah membuka beberapa kerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Seperti pada Januari 2020, Netflix mengucurkan investasi sebesar Rp 14 miliar untuk mengembangkan industri film Indonesia.

Kemudian pada bulan Juni, Netflix kembali digandeng Kemendikbud untuk untuk membawa film-film dokumenter Netflix ke program belajar di rumah. Mulai 20 Juni 2020, film dokumenter Netflix akan tayang setiap Sabtu pukul 21.30 WIB di TVRI, dan akan tayang ulang setiap Minggu dan Rabu pada pukul 09.00 WIB.

Program Belajar dari Rumah yang diluncurkan 12 April 2020 merupakan alternatif belajar di tengah pandemi virus corona (COVID-19). Upaya ini dilakukan Kemendikbud untuk memastikan agar dalam masa yang sulit ini masyarakat terus mendapatkan kesempatan untuk melakukan pembelajaran dari rumah, salah satunya melalui media televisi dengan jangkauan terluas di Indonesia.

Sinyal dibukanya blokir Netflix pertama datang dari Dirut Telkomsel Setyanto Hantoro, yang menyebut Netflix sudah banyak berubah dan blokirnya bakal dibuka dalam hitungan minggu. Hal itu diungkapkan Anto, sapaannya, pada Jumat, 12 Juni 2020. Kini, akhirnya Telkom Group membuka blokirnya terhadap Netflix, yang berarti pengguna Indihome, Wifi.id, dan Telkomsel bisa menikmati bermacam konten video yang ada di layanan tersebut.

Detik.com

LEAVE A REPLY