Komisi A Komentari Transparansi Dana Covid-19

0
65

Surabaya, Nawacita- Transparansi anggaran dana Covid-19 menjadi sorotan salah satu anggota komisi A DPRD Surabaya. Pasalnya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dianggap tidak transparan dalam memberikan laporan alokasi dana anggaran pengentasan Covid-19.

Hal itu disampaikan oleh Imam Syafi’i anggota komisi A DPRD Kota Surabaya. Ia justru mendengar kabar bahwa dana yang dianggarkan hanya terserap 23 persen saja. Yakni sekitar 30 milyar saja. Laporan itupun diketahuinya dari ketua DPRD Kota Surabaya.

“Jadi kami ini repot, perasan kami kan anggaran itu masih ada dan ketika di rapat-rapat dengan komisi. Kita ingin tahu pengeluarannya, apa saja itu tidak pernah dijelaskan,” ungkapnya pada Kamis 2 Juli 2020.

Lanjutnya politisi partai Nasdem itu baru mengetahui bahwa anggaran pembelian sembako masih belum digunakan. “Yang saya tau juga ada 160 untuk sembako, itu juga belum,” kata mantan wartawan itu.

Selain itu, menurutnya Surabaya bisa menganggarkan dana lebih banyak untuk membantu program pengentasan Covid-19. Angka 200 milyar tentu saja bukan angka yang tidak mungkin dianggarkan. Sebab Pemkot memiliki dana cadangan sekitar 3 Triliun rupiah.

“Jember saja bisa mengagarkan 500 miliyar. Masa Surabaya tidak bisa?,” ujarnya.

Syafi’i melanjutkan bahwa saat Rapat Bandan Anggaran (Banggae) pertama menghasilkan keputusan 196 milyar saja. Sedangkan APBD murni untuk anggaran tak terduga sebanyak 12,5 miliar.

“Kita sejak awal sudah sepakat bahwa untuk covid-19 ini ayo lah jangan pelit. Anggaran yang bisa di realokasi dan di refokusing ya kita laksanakan terhadap program yang tidak urgen,” pungkasnya.

(and)

LEAVE A REPLY