Sinergi Bea Cukai dan BNN Gagalkan Penyelundupan 37 Bungkus Sabu

0
64
Konferensi Pers Oleh BNN Dan bEA cUKAI
Konferensi Pers Oleh BNN Dan bEA cUKAIFoto

Aceh, Nawacita – Sinergi Bea Cukai (BC) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menggagalkan peredaran gelap narkotika golongan 1 jenis methamphetamine (sabu) sebanyak 37 bungkus dalam kemasan teh cina berwarna hijau dengan berat per bungkus kurang lebih 1 Kg dan mengamankan 6 orang pelaku yakni 4 pelaku di Medan, Sumatera Utara dan 2 pelaku di Bireuen, Provinsi Aceh.

Penangkapan itu kerjasama antara Kanwil Bea Cukai Aceh, Bea Cukai Lhokseumawe, Bea Cukai Langsa, Kanwil Bea Cukai Sumatera Utara (Sumut), Kanwil Bea Cukai Kepulauan Riau (Kepri), Badan Narkotika Nasional Pusat, BNNP Sumut, BNNK Pidie Jaya dan BNNK Pidie sebagai upaya menunjukkan komitmennya dalam peringatan HANI (Hari Anti Narkotika) Tahun 2020 yang jatuh pada tanggal 26 Juni 2020 lalu.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil Bea Cukai Aceh, Isnu Irwantoro melalui pers rilisnya kepada nawacita.co, sesuai dengan Konferensi pers yang digelar di Kantor BNN Provinsi Sumut pada Senin (29/06/2020).

Turut hadir dalam kegiatan ini yakni, Oza Olavia, Kepala Kanwil Bea Cukai Sumut; M. Rizki Baidillah, Kepala Kantor Bea Cukai Lhokseumawe; Arman Depari, Deputi Bidang Pemberantasan BNN Pusat beserta aparat penegak hukum lainnya dari Sumut (Kepolisian, Kejaksaan, BNNP, dan BNNK).

Kronologis Pengungkapan

Keberhasilan pengungkapan kasus ini, berawal dari informasi Kanwil Bea Cukai Aceh bahwa akan ada penyelundupan narkotika jenis sabu yang dibawa dari Malaysia masuk ke perairan Kuala Bireuen, Aceh yang rencananya akan diedarkan di wilayah Aceh dan Sumut.

Berdasarkan informasi tersebut diteruskan ke BNN untuk diolah lebih lanjut. Dari hasil penyelidikan pada Kamis (25/06/2020) bahwa kapal yang menjadi target akan masuk ke perairan Aceh pada hari Jumat (26/06/2020) atau Sabtu (27/06/2020).

Menindaklajuti hal tersebut, Tim Kanwil Bea Cukai Aceh berkoordinasi dengan Bea Cukai Lhokseumawe, Bea Cukai Kuala Langsa dan BNN.

Kemudian, Kanwil Bea Cukai Aceh menggerakkan skema operasi bersama baik operasi laut maupun operasi darat. Dua kapal patroli yakni kapal BC 15021 milik Kanwil Bea Cukai Aceh dan kapal BC 20011 milik Kanwil Bea Cukai Kepri dikerahkan untuk melakukan upaya pemantauan di laut atas informasi STS (Ship to Ship) narkotika oleh kapal nelayan jenis oskadon di perairan Malaysia.

Bertepatan pada Sabtu (27/06/2020) sekitar pukul 16.30 WIB, tim operasi darat berhasil memantau pergeseran 2 orang pelaku dan sejumlah barang bukti narkotika ke arah Medan, hingga tim akhirnya dapat mengamankan pelaku MF (31) dan MR (36) di Deli Serdang, Sumut bersama barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 29 bungkus yang disimpan dalam dua karung.

Setelah dilakukan interogasi, berdasarkan keterangan MF dan MR, petugas gabungan kemudian mengamankan BW (28) dan AM (26) di area parkir Carrefour Plaza Medan Fair. BW dan AM adalah penerima narkotika di Medan.

Kemudian pengembangan dilanjutkan lagi ke wilayah Bireuen, Provinsi Aceh dan petugas gabungan mengamankan 8 bungkus narkotika jenis sabu yang di sembunyikan oleh RZ (20) di gudang milik MRU (39) yang berada di Jeumpa, Bireuen.

Terhadap 6 pelaku dan barang bukti yang ditemukan telah diamankan ke Kantor BNN Pusat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dengan diungkapkanya kasus ini, lantas BNN berkoordinasi dengan aparat penegak hukum di Malaysia dalam pengembangan penyelidikan karena terindikasi sindikat yang menjadi pemasok narkoba tersebut berada di Penang-Malaysia,” terang Isnu.

Kasus Narkotika yang Berhasil Digagalkan BC di Aceh

Isnu Irwantoro menjelaskan, atas penggagalan penyelundupan yang dilakukan kali ini, Kanwil Bea Cukai Aceh telah menambah jumlah kasus penindakan narkotika sepanjang tahun 2020. Hingga Juni 2020, tercatat 4 kasus penyelundupan telah berhasil digagalkan.

Penindakan narkotika tersebut yakni 18,87 kg Sabu pada Senin (14/02/2020), 12 kg Sabu pada Rabu (24/03/2020), 119 kg Sabu pada Kamis, (21/06/2020) serta penindakan atas penyelundupan narkotika saat ini.

“Penindakan ini adalah bentuk nyata komitmen Bea Cukai dalam melindungi masyarakat Indonesia dari bahaya narkotika,” tandasnya.

Bea Cukai juga akan terus menjalin kerja sama dengan aparat penegak hukum lainnya untuk meningkatkan intensitas dan efektivitas pengawasan.

Dirinya berharap dan mengimbau kepada masyarakat juga dapat mendukung kegiatan ini dengan melaporkan kepada pihak yang berwenang jika menemukan kegiatan ilegal atau perbuatan melanggar hukum,” demikian tutup Isnu.

Reporter : Arista Galih

LEAVE A REPLY