New Normal, Korban PHK Capai 6,4 Juta Orang

0
86
New Normal, Korban PHK Capai 6,4 Juta Orang.
New Normal, Korban PHK Capai 6,4 Juta Orang.

JAKARTA, Nawacita – Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terus terjadi meskipun kini aktivitas ekonomi sudah kembali dibuka pada tatanan baru atau era new normal. Menurut data pengusaha, sudah ada 6,4 juta karyawan yang di PHK dan 2,9 juta orang yang dirumahkan.

Pengamat Ekonomi Indef Bhima Yudhistira mengatakan, gelombang PHK yang terjadi karena kurangnya pemasukan yang didapat oleh pengusaha meskipun ekonomi sudah kembali dibuka. Hal ini disebabkan permintaan yang belum pulih akibat covid-19.

“Betul mereka terpaksa melakukan PHK karena permintaan belum pulih,” ujarnya saat dihubungi wartawan, Sabtu (27/6/2020). Menurut Bhima, kondisi tatanan baru atau new normal ini ternyata belum mampu untuk menggerakkan konsumen untuk belanja. Hal tersebut terlihat dari mobilitas masyarakat yang masih rendah pada era tatanan baru ini atau new normal.

Baca Juga: Korban PHK dan Masyarakat Tak Berpenghasilan Wajib diperhatikan

Berdasarkan data Google Mobility per 22 Juni disebutkan bahwa mobilitas atau pergerakan penduduk ke pusat perbelanjaan dan rekreasi minus 21%. Sementara untuk spesifik di daerah Jakarta mengalami minus 31%.

Baca Juga: Jokowi Berharap Pengusaha Tak Lakukan PHK

“Ini indikasi masyarakat masih khawatir adanya pandemi sehingga tetap menunda pergi ke pusat perbelanjaan,” jelasnya. Selain itu, ada tekanan yang cukup berat pada daya beli di kelompok bawah. Sedangkan kelompok menengah atas justru lebih memilih untuk menahan spendingnya.

“Selain itu di kelompok masyarakat menengah bawah terjadi tekanan hebat pada daya beli. Di kelompok masyarakat menengah atas cenderung saving atau menyimpan uang,” kata Bhima.

oknws.

LEAVE A REPLY