Upaya PO Bus Pariwisata Bertahan Di Tengah Pandemi Corona

0
92
Ilustrasi PO Bus Pariwisata
Ilustrasi PO Bus Pariwisata

Solo, Nawacita – Semenjak menyebarnya virus corona, beberapa tempat wisata ditutup karena bisa sebagai media transmisi virus. Oleh kerena itu, perusahaan otobus (PO) pariwisata turut merugi karena tidak ada armadanya yang disewa.

Mata Trans, PO pariwisata dari Solo membuat sebuah inovasi agar ada pemasukan bagi perusahaannya. Inovasinya yaitu dengan menjadikan bus sebagai kafe kopi berjalan yang diberi nama Transbuck.

Marketing Mata Trans, Andhika Nahar mengatakan, adanya Transbuck merupakan langkah PO agar bisa menerima pendapatan pada masa pandemi seperti saat ini.

“Transbuck merupakan inovasi di tengah pandemi Covid yang berdampak pada perusahaan kami yang empat bulan tidak ada pergerakan armada,” kata Andhika saat dihubungi salah satu media massa, Kamis (25/6/2020).

Konsep kafe berjalan ini menggunakan bus Jetbus 3+ HDD dari karoseri Adiputro dan menggunakan sasis Mercedes Benz OH 1626 L. Agar suasana kafe semakin terasa, bus yang awalnya bisa memuat 50 orang, diubah menjadi hanya untuk 28 penumpang saja.

“Konfigurasi di kabinnya, ada tujuh meja, satu meja untuk 4 orang. Jadi total bisa untuk 28 orang. Kemudian untuk bisa naik juga harus mengikuti protokol kesehatan yang sudah dibuat,” ucap Andhika.

Ketika memasuki garasi bus, penumpang dicek suhu tubuhnya dengan thermo gun. Kemudian diminta untuk cuci tangan dengan sabun dan penumpang wajib memakai masker. Kru bus juga menggunakan masker dan faceshield agar lebih aman.

“Sebelum penumpang naik, diberikan hand sanitizer terlebih dahulu. Setelah trip selesai, unit kita semprot dengan disinfektan,” kata dia.

Bagi yang berminat, bisa membayar Rp 50.000, termasuk dari kopi atau coklat dan snack. Rute yang dilewati yaitu mengelilingi kota Solo, mulai dari garasi Mata Trans Solo. Jadwal keberangkatannya setiap hari mulai dari jam 16.45 WIB dan paling terakhir pukul 21.00 WIB.

“Kalau ingin naik, bisa hubungi dulu ke Mata Trans untuk reservasi,” tutup Andhika.

Kompas.com

LEAVE A REPLY