Pesan BKKBN bagi Milenial: Rumah Tangga Tak Segampang Pacaran

0
42
Ilustrasi Berkeluarga
Ilustrasi Berkeluarga

Jakarta, Nawacita – Memiliki keluarga yang bahagia tentu merupakan dambaan semua orang. Namun tentu keinginan tersebut tak bisa dicapai hanya dengan menikah bersama orang yang dicintai. Membangun rumah tangga tak sesederhana soal perasaan cinta saja.

Alih-alih tak merencanakan dengan matang, sebuah ikatan rumah tangga dapat berujung dengan kehancuran. Banyak kasus perceraian di luar sana yang terjadi karena berbagai alasan, mulai dari ekonomi, sikap pasangan yang berubah, bahkan perselingkuhan.

Mengapa hal ini dapat terjadi? Salah satu alasannya karena pernikahan tak dijalani dengan perencanaan, melainkan dijalani hanya atas dasar keinginan semata. Padahal, pernikahan tak segampang pacaran.

Untuk itu, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-27 kembali mengingatkan para generasi milenial dan zilenial untuk merencanakan secara matang sebelum melangkah melanjutkan ke jenjang pernikahan.

“Untuk itu pesan yang ingin disampaikan pada Hari Keluarga Nasional ke-27 tahun 2020 adalah Perencanaan keluarga dengan tagar #JadiKeluargaKeren,” ujar Kepala BKKBN Hasto Wardoyo dalam keterangan tertulis, Selasa (23/6/2020).

Maksud dari tagar #JadiKeluargaKeren oleh BKKBN adalah mengajak para generasi muda yang hendak membangun rumah tangga untuk merencanakan terlebih dahulu hal-hal apa saja yang dibutuhkan saat menjalani kehidupan sebagai suami-istri sehingga bila suatu saat terjadi masalah keluarga, mereka dapat mengatasinya.

Adapun hal-hal yang perlu direncanakan antara lain adalah soal usia pernikahan, berapa jumlah anak yang ingin dimiliki, bagaimana dan di mana cara menyekolahkan anak, bagaimana cara memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, hingga rencana jangka panjang.

“Maksud dari pesan ini bahwa keluarga harus melakukan perencanaan kehidupan berkeluarga dengan baik dan menerapkan Asah, Asih, Asuh sebagai cerminan 8 fungsi keluarga (fungsi agama, fungsi cinta kasih, fungsi perlindungan, fungsi sosial budaya, fungsi reproduksi, fungsi sosialisasi dan pendidikan, fungsi ekonomi, fungsi pembinaan lingkungan,” sambung Hasto.

Selain mengajak para generasi muda untuk mempersiapkan diri sebelum menikah, Harganas juga dijadikan momen bagi BKKBN untuk memperkenalkan kepada masyarakat wajah baru BKKBN.

“Perubahan ini merupakan upaya untuk bisa relevan dengan situasi masyarakat saat ini. BKKBN berupaya untuk dapat yang generasi milenial dan zilenial sebagai yang menjadi khalayak utama BKKBN. Generasi yang menjadi tumpuan pembangunan nasional di masa ini dan masa depan,” terang Hasto.

Detik.com

LEAVE A REPLY