Sekolah di Zona Hijau Dibuka, Gugus Tugas Akan Uji Sampel Siswa Berkala

0
210
Foto: Ketua BNPB Doni Monardo
Doni Monardo.

Jakarta, Nawacita – Pemerintah memutuskan mempersilakan sekolah yang berada di zona hijau untuk dibuka kembali. Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Letjen Doni Monardo menyatakan pihaknya bersama Kementerian Kesehatan siap melakukan uji sampel secara berkala kepada siswa sebagai upaya penanganan pandemi virus Corona.

“Kalau untuk sampel beberapa siswa sangat mungkin, kami bersama Pak Menteri Kesehatan tentu dengan senang hati menyiapkan sejumlah perlengkapan rapid test, juga mungkin sewaktu-waktu dilakukan PCR test,” ungkap Doni dalam konferensi pers yang disiarkan di akun YouTube Kemendikbud, Senin (15/6/2020).

Meski begitu, pemerintah tidak bisa memberikan pelayanan tes Corona kepada seluruh siswa. Ini mengingat jumlah siswa yang sangat banyak sehingga diperlukan dana besar.

“Tetapi kalau semua warga dilakukan rapid test rasanya tidak mungkin karena biayanya pasti akan sangat mahal karena jumlah yang akan dites semakin banyak dengan tentunya biaya sangat besar. Kita bantu tetapi tidak semuanya, pilihannya pada tempat-tempat tertentu,” tutur Doni.

Kepala BNPB ini memastikan, Gugus Tugas akan selalu memberikan informasi terkait status setiap daerah yang dijadikan acuan Mendikbud bisa membuka kembali sekolah. Doni menyatakan, pemerintah akan selalu menjamin keselamatan seluruh warganya.

“Gugus Tugas akan selalu memberikan informasi sehingga sistem pendidikan di negara kita tetap terjamin keamanannya, kita tidak ingin ada anak-anak kita yang mengalami risiko terpapar karena kekuranghati-hatian dari kita semuanya,” ucapnya.

“Komitmen kita adalah membuka pendidikan, memulai kegiatan tatap muka di tempat yang paling aman yaitu di daerah yang tidak ada dampaknya. Tidak mungkin dilakukan program tatap muka pada wilayah yang punya risiko walaupun risikonya rendah,” lanjut Doni.

Data hingga 7 Juni lalu, ada 92 kabupaten/kota yang berstatus zona hijau. Doni juga meminta komitmen kepada seluruh pihak, terutama masyarakat, agar membantu daerah hijau tidak terkontaminasi virus Corona.

“Mudah-mudahan jumlah 92 ini tidak berkurang lebih rendah lagi. Ini kerja bersama, gotong royong. Selama seluruh masyarakat bisa meningkatkan disiplin untuk taat dengan protokol kesehatan maka zona hijau akan tetap bertahan. Tapi manakala upaya-upaya untuk meningkatkan disiplin mengalami pengendoran, maka bisa jadi zona hijau bisa menjadi zona hijau,” sebut eks Danjen Kopassus itu.

“Kunci mempertahankan dari zona hijau pertama disiplin kepada protokol kesehatan, kedua disiplin kepada protokol kesehatan, ketiga disiplin kepada protokol kesehatan,” tambah Doni.

Seperti diketahui, pemerintah melalui SKB 4 menteri memutuskan mulai membuka sekolah kembali tapi khusus untuk yang berada di zona hijau. Peserta didik yang berada di zona kuning, oranye, dan merah tetap melakukan pembelajaran dari rumah.

“(Sebanyak) 94 persen dari peserta didik kita tidak diperkenankan melakukan pembelajaran tatap muka jadi masih belajar dari rumah. Yang 6 persen yang di zona hijau itulah yang kami memperbolehkan pemerintah daerah untuk melakukan pembelajaran tatap muka tetapi dengan protokol yang sangat ketat,” ujar Mendikbud Nadiem Makarim, sebelumnya.

Detik.com

LEAVE A REPLY