RS Al-irsyad Klarifikasi Terkait dibebankan APD Ke Pasien

0
760
Al Irsyad

Surabaya, Nawacita –  Rumah Sakit  Al Irsyad memberikan Klarifikasi serta tanggapan tentang pasien Yang diduga Positif covid -19, yang dimana keluarga pasien dibebankan membayar APD. hal ini dibantah oleh Pihak Rumah Sakit. AL -Irsyad

Salim Ubaid, selaku Manajer Pelayanan Medis RS Al Irsyad mengatakan, Intinya memang pandemi covid 19 sesuatu yang tidak kita inginkan tapi ini karena sudah global seluruh dunia kena dan bagaimana pun indonesia juga terdampak pula dan buruknya lagi mungkin hal ini adalah cobaan kita semua Terutama jawa timur khususnya warga Surabaya termasuk di wilayah terdampak yang paling tinggi .

Maka secara otomatis rumah sakit AL-Irsyad sendiri khususnya dan rumah sakit yang ada di surabaya umunya itu akan   harus mempersiapkan merawat limpahan  pasien yang covid-19 yang positif ataupun  bagi pasien  yang  dalam pengawasan ( PDP) dari rumah sakit rujukan.” kata dr. Salim Ubaid. Senin ( 09/6/2020)

Artinya kita terpaksa juga merawat Pasien PDP dengan segala cara keterbatasan yang dimiliki rumah sakit Al-Irsyad, nah itu  menimbulkan gesekan  yang mungkin yang ada di masyarakat.

“ kami mengerti bahwa semua terdampak baik dari masyarakat. Pengusaha. pokoknya darinya dari segi apapun  backgroudnya  pasti  terdampak.

Apalagi masyarakat kecil dan saya tahu dari wilayah Surabaya utara ini paling banyak menegah kebawah dan kami tahu masalah biaya. “ terang dr. Salim Ubaid

Jadi mohon, untuk kemasyarakat kita sampaikan terus terang didepan, bahwa memang rumah sakit Al-Irsyad bukan rujukan pasien corona akan tetapi kalau harus merawat kita pun harus melindungi Juga karyawan kita, staf perawat kita, medis, harus memakai alat pelindung diri ( APD) yang standart.

Itu tidak murah, kita tidak mendapatkan Klaim penuh dari pemerintah sampai saat ini khususnya, maka kita upayakan dari Pasien yang kita tarik biayanya.” ucapnya

Tapi misalnya dari pemerintahan ada yang cair, kita kemungkinan kita kembalikan sesuai kita dibayarkan oleh pasien sesuai dengan kebaikan pemerintah. Contohnya, kita habis 12 juta kita klaimkan ke pemerintah dan turunnya 10 juta, kita kembalikan 10 juta semacam itu

Kami rumah sakit Islam Al –Irsyad tidak akan mendzolimi seperti umat islam apalagi yang ada di Surabaya utara, kami mohon menginformasikan secara Obyektif dan rumah sakit Al-irsyad tidak akan mendzolimi pasien.

kita berjalan sesuai aturan aturan yang di digariskan oleh pemerintah dan juga organisasi organisasi  Profesi untuk perawatan pasien Covid -19,” pungkasnya ( dny)

LEAVE A REPLY