4 Juni Sejarah Dunia: Pertempuran Dunkirk Berakhir Hingga Lahirnya Lukas Podolski

0
378
Ilustrasi Pertempuran Dunkirk.
Ilustrasi Pertempuran Dunkirk.

SOLO, Nawacita – Evakuasi pasukan Sekutu yang kalah dalam Pertempuran Dunkirk di Dunkirk , Prancis berakhir pada 4 Juni 1940. Dalam pertempuran itu, Sekutu kalah dari Jerman. Berakhirnya Pertempuran Dunkirk menjadi salah satu peristiwa bersejarah pada 4 Juni. Selain Pertempuran Dunkirk , masih banyak peristiwa bersejarah pada 4 Juni yang terangkum pada Hari Ini Dalam Sejarah, 4 Juni, yang dihimpun dari Brainyhistory.com, Thepeoplehistory.com, dan Wikipedia.org:

1878
Kesultanan Ottoman dan Inggris menandatangani kesepakatan rahasia yang disebut Konvensi Siprus. Dari konvensi tersebut, Kesultanan Ottoman memberikan wilayah Siprus kepada pihak Inggris. Sebagai gantinya, Inggris harus memberikan dukungan kepada Kesultanan Ottoman dalam konfliknya dengan Kekaisaran Rusia.

1916
Pasukan Kekaisaran Rusia mulai melancarkan serangan terhadap pasukan Austria-Hungaria di kawasan Polandia. Serangan itu disebut dengan nama Serangan Brusilov karena dipimpin seorang jenderal bernama Aleksei Brusilov. Kekalahan yang diderita Austria-Hungaria atas serangan pasukan Rusia itu menjadi kekalahan terbesar dalam Perang Dunia I.

Baca Juga: 3 Juni Sejarah Dunia: Meletusnya Perang Opium I Hingga Presiden Soekarno Resmikan TNI

1928
Presiden Republik China Zhang Zuolin Dibunuh Agen Jepang, Zhang Zuolin adalah salah satu panglima perang Tiongkok pada zaman Republik Tiongkok awal abad 20. Dia adalah panglima perang untuk wilayah Manchuria dan pernah menguasai daerah yang luas di bagian utara Tiongkok. Julukannya adalah Komandan Besar, Komandan Hujan atau Harimau Mukden. Zhang lahir dari keluarga sederhana. Dalam karier militernya dia pernah membantu Jepang dalam perang Rusia-Jepang (1904-1905) sebagai pemimpin dari milisi Manchuria. Dibawah pemerintahan Republik Tiongkok dia menduduki beberapa jabatan penting dalam militer.

Sejak diangkat sebagai inspektur jendral Manchuria hingga kematiannya, dia memegang kendali efektif atas wilayah itu. Dia tak henti-hentinya melancarkan peperangan untuk memperluas wilayah kekuasaannya ke daerah selatan sejak tahun 1920 dan seterusnya, terlibat dalam pertikaian tiga pihak dengan panglima perang lainnya Wu Peifu dan Feng Yuxiang untuk memperebutkan kontrol atas Beijing.

Pasukan Fengtian yang dipimpinnya berhasil menduduki daerah Beijing dan Tianjin hingga dipukul mundur tahun 1926 oleh Jiang Jieshi (Chiang Kai-shek) dalam ekspedisi utaranya. Jiang kemudian memaksa para panglima perang untuk menyerah dan membangun pemerintahan nasional Tiongkok, dengan demikian zaman para panglima perang berakhir sudah.

Tahun 1928, Zhang makin bersikap tidak kooperatif dengan pemerintah Jepang di Manchuria dan dia berangkat ke Beijing untuk menyerah pada Jiang. Akibatnya dia dihabisi oleh Jepang dengan cara mengebom kereta yang ditumpanginya dalam perjalanan pulang ke Shenyang setelah baru saja menyerahkan kontrol atas Beijing kepada pemerintah nasionalis Guomindang yang dipimpin Jiang Jieshi.

Pembunuhan ini dilaksanakan oleh sekelompok kecil tentara dari pasukan Guangdong dan dipimpin oleh perwira senior pasukan Guangdong, Kolonel Daisaku Komoto. Ini adalah bagian dari persekongkolan untuk mengamankan sebagian besar Manchuria di luar jalur kereta api Manchuria selatan yang diserahkan pada Jepang setelah perang Rusia-Jepang. Kekuasaannya atas Manchuria diteruskan oleh anaknya Zhang Xueliang yang juga dikenal dengan julukan Komandan Muda.

1939
Sebanyak 963 orang Yahudi dari Jerman yang akan diasingkan ke Amerika Serikat (AS) dengan diangkut kapal milik Jerman, Ms. St. Louis, ditolak setelah mendarat di Florida, AS. Sebelumnya, orang Yahudi dari Jerman itu juga ditolak setelah akan diasingkan di Kuba. Mereka lantas terpaksa kembali ke Jerman dan mendekam di kamp konsentrasi.

1940
Evakuasi pasukan Sekutu yang kalah dalam Pertempuran Dunkirk di Dunkirk , Prancis berakhir. Sedikitnya 338.000 tentara Sekutu yang masih bertahan hidup berhasil dievakuasi. Perdana Menteri Inggris, Winston Churchill, menyebut kekalahan dalam Pertempuran Dunkirk adalah kekalahan terbesar yang dialami Sekutu sepanjang Perang Dunia II.

1940
Setelah menang dalam Pertempuran Dunkirk , pasukan Jerman mulai memasuki wilayah ibu kota Prancis, Paris. Dengan menduduki Paris, Jerman dapat mengontrol Prancis sepenuhnya.

1942
Pasukan Jepang menyerang Atol Midway di Samudera Pasifik untuk merebutnya dari Amerika Serikat (AS). Namun karena strategi yang buruk dari pasukan Jepang, pasukan AS berhasil menang telak dalam pertempuran itu. Sebanyak empat kapal induk, 322 pesawat tempur, dan 3.500 tentara Jepang lenyap dalam peristiwa yang disebut Pertempuran Midway itu.

1944
Pasukan Sekutu, untuk kali pertama sepanjang Perang Dunia II, berhasil memasuki Kota Roma di Italia. Invasi tersebut adalah upaya Sekutu untuk melemahkan Blok Sentral dalam Perang Dunia II.

1944
Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) berhasil menangkap kapal selam Jerman dengan nomor lambung U-505, di Samudera Atlantik. Itu adalah kali pertama Angkatan Laut AS berhasil menangkap kapal milik musuh selama Perang Dunia II.

1982
Empat diplomat Iran diculik di Lebanon Utara saat berhenti di pos pemeriksaan orang asing di negara tersebut. Sejak saat itu, empat diplomat Iran tersebut tak pernah ditemukan.

Baca Juga: Sejarah Kota Pompeii yang Hancur Akibat Erupsi Gunung Berapi

1985
Lukas Josef Podolski lahir di Gliwice, Polandia, 4 Juni 1985. Ia adalah seorang pemain sepakbola Jerman keturunan Silesia. Ia memiliki nama julukan Prinz Poldi (“Pangeran Poldi”). Dia diakui sebagai salah satu pemain Jerman terbaik dari generasinya. Terkenal karena kaki kirinya yang sangat kuat dan akurat, dia juga dikenal karena tendangan eksplosif, teknik, dan serangannya dari sisi kiri.

2001
Gyanendra, raja terakhir Nepal, naik ke tahta setelah pembantaian di Istana Kerajaan, Gyanendra Bir Bikram Shah Dev yang lahir di Kathmandu, Nepal, 7 Juli 1947 (umur 71 tahun) adalah Raja Nepal sejak 4 Juni 2001 hingga 28 Mei 2008. Gyanendra menjadi raja sesaat setelah terjadi pembunuhan terhadap Raja Dipendra Bir Bikram Shah dan hampir seluruh anggota keluarganya oleh anaknya sendiri.

Pada April 2006, kaum konstitusionalis mengadakan protes di Kathmandu terhadap pemerintahan Gyanendra. Protes-protes ini mendapat dukungan dari para wartawan, pengacara, dan berbagai kelompok oposisi. Pemerintah kerajaan menanggapinya dengan memberlakukan jam malam yang diberlakukan polisi dengan kekerasan dengan memukuli para demonstran dengan tongkat atau menembak para demonstran. Tanpa mengindahkan larangan pemerintah, kubu oposisi memulai aksi mogok nasional untuk memprotes raja dan menuntut pemulihan demokrasi.

Unjuk rasa menuntut dirinya turun berakhir pada minggu ketiga sejak pertama kali digelar. Dukungan Partai Komunis Nepal terhadap tujuh partai oposisi sepakat menghentikan demonstrasi yang melumpuhkan Kathmandu. Mereka setuju menghidupkan kembali parlemen yang sudah empat tahun mati suri. Girija Prasad Koirala dipilih sebagai Perdana Menteri Nepal.

soknws.

LEAVE A REPLY