Matahari Fase Lockdown, Bencana Besar Bisa Terjadi

0
151
Ilustrasi.
Ilustrasi.

SURABAYA, Nawacita Beberapa astronom mempercayai bahwa saat ini matahari sedang memasuki fase lockdown atau minimum. Salah satunya adalah Tony Phillips. Dia mengatakan, periode minimum itu berarti aktivitas di permukaan matahari turun drastis.

“Solar Minimum sedang berlangsung. Ini sangat dalam,” kata Phillips sebagaimana dilansir New York Post, Minggu (17/5). Dia menambahkan, kondisi matahari saat ini merupakan salah satu yang paling dalam sepanjang abad ini. “Medan magnet matahari menjadi lemah. Sinar kosmik ekstra bisa ke tata surya,” imbuh Phillips.

Menurut dia, kelebihan sinar kosmik bisa menimbulkan ancaman bagi kesehatan para astronaut. Bahaya lainnya adalah ancaman yang kemungkinan besar muncul terhadap para pelancong kutub udara.

Baca Juga: Fakta atau Hoaks? Fenomena Meteor Jatuh di Surabaya

“Medan magnet matahari menjadi lemah. Sinar kosmik ekstra bisa ke tata surya,” imbuh Phillips. Menurut dia, kelebihan sinar kosmik bisa menimbulkan ancaman bagi kesehatan para astronaut.

Bahaya lainnya adalah ancaman yang kemungkinan besar muncul terhadap para pelancong kutub udara. Saat ini para ilmuwan NASA sedang khawatir peristiwa matahari tengah lockdown bisa mengulangi kejadian pada masa lalu.

Baca Juga: Fenomena Kemunculan Hewan Berjumlah Banyak yang Terjadi di Bumi

Salah satunya adalah Dalton Minimum yang terjadi pada 1970 dan 1830 silam. Dalton Minimum adalah momen ketika bumi mengalami cuaca yang sangat dingin. Berbagai peristiwa tidak menyenangkan pun terjadi. Misalnya, gagal panen, kelaparan, dan letusan gunung berapi yang sangat hebat.

Pada saat itu suhu merosot hingga dua derajat Celcius selama 20 tahun. Produksi pangan dunia pun terguncang. Pada 10 April 1815, Gunung Tambora di Nusa Tenggara Barat (NTB) meletus dengan sangat hebat. Itu adalah letusan terhebat kedua dari gunung berapi dalam dua ribu tahun terakhir.

Sebanyak 71 ribu orang meninggal dunia. Kejadian lainnya adalah Tahun Tanpa Musim Panas pada 1816. Saat itu ada salju pada Juli. Tahun ini matahari sudah mengalami “kekosongan” tanpa bintik sebesar 76 persen. Angka itu turun dibandingkan tahun lalu yang mencapai 77 persen.

genpnws.

LEAVE A REPLY