Presiden Trump Ancam Putuskan Semua Hubungan AS dengan China

0
436
Ilustrasi.
Ilustrasi.

WASHINGTON, Nawacita – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menyerang penanganan pandemi virus corona oleh Pemerintah Tiongkok. Trump mengancam untuk “memutus seluruh hubungan” dengan China, yang konsisten dengan sikap keras pemerintahannya.

“Saya sangat kecewa di China,” kata Trump saat wawancara dengan Fox Business Network pada Kamis (14/5/2020). “Kami meminta untuk menindaklanjuti dan mereka mengatakan tidak,” lanjutnya, merujuk pada tawaran bantuan yang diajukan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) pada Februari untuk Kota Wuhan yang dilanda epidemi virus corona.

“Mereka tidak ingin bantuan kita. Dan saya pikir itu baik-baik saja karena mereka pasti tahu apa yang mereka lakukan. Jadi itu antara kebodohan, ketidakmampuan atau disengaja,” kata Trump sebagaimana dilansir RT, Jumat (15/5/2020).

Ketika ditanya tindakan apa yang akan diambilnya terhadap Tiongkok, Trump menjawab: “Ada banyak hal yang bisa kita lakukan. Kita bisa memutuskan seluruh hubungan.” Mengutip defisit perdagangan AS dengan China, Trump mengatakan bahwa memutuskan hubungan diplomatik dengan Beijing akan “menghemat USD500 miliar.”

Baca Juga: Amerika Tuduh China dan Rusia Bekerja Sama Sebar Hoax COVID-19

Partai Republik berusaha keras menyalahkan China atas wabah virus corona. Menurut memo strategi yang beredar bulan lalu, kampanye GOP, sebutan untuk Partai Republik, di seluruh AS harus “menyerang China,” dan menggambarkan rival mereka, Partai Demokrat sebagai pihak yang “lunak” pada negara adidaya Asia Timur itu.

Pernyataan terbaru Trump itu hanyalah salah satu dari banyak tanda bahwa ketegangan antara Washington dan Beijing, yang mungkin belum akan turun untuk beberapa waktu. Sebuah RUU yang diperkenalkan oleh Senator Republik Lindsey Graham pekan ini akan menuntut China mematuhi penyelidikan AS dan internasional mengenai asal-usul virus corona, dan akan mengizinkan dijatuhkannya sanksi jika Beijing menolak.

Tuntutan itu merupakan satu di antara sejumlah tuntutan hukum terhadap China yang diajukan oleh anggota parlemen Republik dan pengacara umum. Selain itu, administrasi Trump pekan ini memutuskan hubungan investasi antara dana pensiun federal dan ekuitas China, menyebut keterlibatan AS dalam saham China sebagai risiko keamanan nasional.

Baca Juga: Amerika Kirim 2 Pembom Nuklir Usai Diusir China

Di bidang diplomatik, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo bersikeras bahwa AS memiliki “bukti signifikan” bahwa virus tersebut berasal dari laboratorium Wuhan. Pompeo belum memberikan “bukti besar” yang ia klaim miliki, tetapi Trump setidaknya mendukung teorinya.

“Kami memiliki banyak informasi, dan itu tidak baik. Apakah itu berasal dari lab atau berasal dari kelelawar, semuanya berasal dari China, dan mereka seharusnya menghentikannya. Mereka bisa menghentikannya, di sumbernya,” dia kata selama wawancara Fox.

China telah menolak retorika yang datang dari Washington. Menanggapi tuntutan hukum Partai Republik, surat kabar pemerintah, Global Times pada Kamis memperingatkan bahwa Beijing akan membalas dengan “tindakan balasan yang bisa membuat mereka (AS) merasakan sakit.”

oknws.

LEAVE A REPLY