Kemenag Buka Kembali Layanan Akad Nikah di KUA

0
292
Kemenag Buka Kembali Layanan Akad Nikah di KUA.
Kemenag Buka Kembali Layanan Akad Nikah di KUA.

JAKARTA, Nawacita Kementerian Agama (Kemenag) kembali membuka layanan akad nikah Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan, setelah sempat terhenti sejak 1 sampai 21 April 2020 karena pandemi Covid-19. Namun, layanan akad nikah ini dibatasi.

“Pelaksanaan akad nikah sekarang kembali bisa diselenggarakan di KUA kecamatan. Namun, itu hanya diizinkan bagi calon pengantin yang telah mendaftar sampai dengan 23 April 2020,” kata Dirjen (Bina Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag RI Kamaruddin Amin di Jakarta, Jumat (24/4/2020).

Ketentuan layanan nikah tersebut tertuang dalam Surat Edaran No P-004/DJ.III/Hk.00.7/04/2020 tentang Pengendalian Pelaksanaan Pelayanan Nikah di Masa Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Covid-19.

Baca Juga: Kemenag Sumsel Tutup Pendaftaran Nikah Mulai April

Kamaruddin mengatakan, untuk pendaftar setelah 23 April, maka akad nikahnya tak bisa dilayani di KUA. “Permohonan akad nikah yang didaftarkan setelah 23 April 2020 tidak dapat dilaksanakan sampai 29 Mei 2020,” ujar dia seperti dikutip dari laman resmi Kemenag.

Menurut Kamaruddin, Sistem Informasi Manajemen Nikah (Simkah) Ditjen Bimas Islam Kemenag mencatat ada 54.569 calon pengantin (catin) yang telah mendaftar hingga 23 April 2020. Sebagian dari mereka sudah melangsungkan akad nikah di KUA pada 22 dan 23 April 2020.

Kamaruddin Amin mengingatkan bahwa pelaksanaan akad nikah di KUA harus menerapkan protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19. Jika hal itu tidak dapat dipenuhi, KUA Kecamatan wajib menolak pelayanan. KUA Kecamatan juga wajib berkoordinasi dan bekerjasama dengan pihak terkait dan aparat keamanan untuk pengendalian pelaksanaan pelayanan akad nikah.

Baca Juga: Kemenag Harap Masyarakat Tunda Akad Nikah

“Untuk menghindari kerumunan di KUA Kecamatan, pelaksanaan akad nikah di kantor dibatasi sebanyak-banyaknya delapan pasang catin dalam satu hari,” ujarnya. “Jika permohonan akad nikah diajukan setelah kuota perhari terpenuhi (maksimal delapan pasang catin), KUA Kecamatan bisa menangguhkan pelaksanaan akad nikah tersebut di hari lain,” sambungnya.

Apabila karena suatu alasan atau keadaan yang mendesak, catin tidak dapat melaksanakan akad nikah di KUA, maka kepala KUA dapat mempertimbangkan permohonan pelaksanaan akad nikah di luar ketentuan dalam SE ini.

Demikian juga jika catin mendaftar setelah 23 April, namun ada alasan mendesak yang mengharuskan untuk disegerakan akad nikahnya. Kepala KUA juga dapat mempertimbangkan permohonan melaksanakan akad, saat kuota layanan delapan pasang catin per hari sudah penuh, jika memang ada alasan mendesak yang bisa diterima.

“Permohonan diajukan secara tertulis dan ditandatangani di atas materai oleh salah seorang catin dengan disertai alasan yang kuat,” tandasnya.

oknws.

LEAVE A REPLY