Alat Deteksi Corona Buatan Anak Bangsa

0
87
A booth is disinfected as a nurse speaks to a woman during a COVID-19 novel coronavirus test at a testing booth outside Yangji hospital in Seoul on March 17, 2020. - A South Korean hospital has introduced "phone booth"-style coronavirus testing facilities that avoid medical staff having to touch patients directly and cut down disinfection times. (Photo by Ed JONES / AFP)

Jakarta, Nawacita – Alat pemeriksaan virus corona berbasis polymerase chain reaction (PCR) karya anak bangsa dalam waktu dekat akan rampung. Kurang dari sebulan, PCR mobile ini akan mampu memeriksa sampel virus corona terutama di daerah yang kekurangan laboratorium pemeriksa kategori bio safety level 2.

Menteri Riset Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Soemantri Brodjonegoro menyebut, riset dan inovasi ini dipimpin oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

“Untuk alat pengujian (virus) dipimpin BPPT dalam riset dan inovasinya berupa test kit (alat uji) yang bersifat PCR diagnostik berbasis PCR dan test kit non PCR,” kata Bambang dalam telekonferensi di Kantor BNPB, Jakarta, Senin (6/4/2020).

Sedangkan untuk tes cepat (rapid test) berbasis antigen akan rampung satu-dua bulan ke depan dan ditargetkan akan diproduksi massal sebanyak 100.000 buah.

“Tentu rapid test tidak seakurat PCR tapi paling tidak membantu screening awal. Hasil rapid testini bisa keluar dalam 10-15 menit,” ucapnya.

Ia menjelaskan, pengujian cepat ini memang tidak bisa dilakukan sekali dan memerlukan pemeriksaan berikutnya.

Selain alat uji pendeteksi virus, alat kesehatan lain yang krusial adalah ventilator — perangkat yang membantu pernapasan pasien. Kebutuhannya pun akan besar seiring bertambahnya pasien. Selama ini kebutuhan ventilator mengandalkan pasokan impor.

Saat ini riset inovasi portable ventilator yang dipimpin BPPT sedang diuji oleh Kementerian Kesehatan.

“Dua minggu yang akan datang ventilator dengan tingkat kandungan dalam negeri 100 persen ini akan diproduksi dalam jumlah besar untuk pasien non ICU,” imbuhnya.

brt1

LEAVE A REPLY