Stok Gula Putih Impor Segera Masuk Bandung

0
302
Ilustrasi Gula Putih Impor.
Ilustrasi Gula Putih Impor.

BANDUNG, Nawacita – Kota Bandung akan segera mendapat kucuran stok gula putih asal India pada pertengahan Maret 2020 ini. Hal tersebut dilakukan guna memenuhi kebutuhan gula putih serta mengatasi kenaikan harga gula putih di pasaran.

Hanya saja, Kota Bandung masih menunggu berapa banyak jatah gula putih yang akan dialokasikan oleh pemerintah pusat. Kepala Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagin) Kota Bandung, Elly Wasliah mengaku saat ini harga gula putih di pasaran memang masih di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Langkanya gula sekarang ini, pertama karena gula itu dipasok impor dan dalam negeri. Di dalam negeri sendiri baru panen pada akhir Mei. Sedangkan impor 2020 belum keluar, jadi yang sekarang masih stok tahun 2019. Pemerintah Pusat memprediksi (gula) akan datang pada pertengahan Maret,” kata Elly, Jumat (6/3/2020).

Elly mengaku, gula putih sat ini hampir hilang terutama di pasar-pasar tradisional. Bahkan saat ini harga gula mencapai Rp17.000/kg. Padahal Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp12.500/kg.

Baca Juga: Pemerintah Indonesia Tawarkan Investasi Pabrik Gula Ke India

“Acuan harga untuk gula putih ini sesuai Peraturan Menteri Perdagangan nomor 7 tahun 2020, Rp12.500. Di pasar tradisional ada yang sampai menjual lebih dari Rp15.000. Kalau di pasar modern masih tetap seperti Yogya dan Borma,” jelasnya.

Elly mengungkapkan, dari lima distributor gula putih yang memasok ke Kota Bandung saat ini dua diantaranya masih memiliki stok lebih dari 10 ton. Sedangkan tiga distributor lainnya sudah tidak memiliki stok gula putih.

Kendati demikian, Elly menghimbau masyarakat tidak perlu khawatir karena Kementrian Perdagagangan telah membuka kran impor gula sebanyak 438 ton yang bisa memadai untuk keperluan munggahan dan lebaran.

“Antisipasi permintaan yang akan terjadi, sudah keluar izin impor gula dari India yang akan mencukupi sampai Mei nanti,” ucapnya. Elly menjelaskan, kebutuhan gula putih di Kota Bandung per bulannya mencapai 7.200 ton. Karena Kota Bandung sebagai tempatnya wisata kuliner dan industri kue, baik kering maupun basah yang menjadi primadona oleh-oleh dari Kota Bandung.

Disdagin pun telah memastikan stok dan berkoordinasi dengan Management Yogya terkait kondisi stok gula yang dipastikan aman. Tetapi jika terjadi “panic buying” akan ada pembatasan pembelian.

“Rencananya kalau memang terjadi pembelian yang berlebihan opsi terakhirnya dibatasi pembeliannya. Jadi akan koordinasi dengan Aprindo (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia), dan seluruh toko modern tapi itu upaya terakhirnya,” ucap Elly.

Baca Juga: Dampak Corona, Harga Jahe Merah Tembus Rp 70.000/Kg

Sedangkan terkait bawang putih yang sempat mencapai harga di atas Rp60.000 jauh diatas HET Rp 32.000, Elly mengatakan pihaknya juga berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat mendatangkan stok bawang putih dari Cina.

“Stok bawang putih sekarang itu 2019, yang 2020 belum, baru akan impor. Sedang dalam pengurusan izin. Sekarang ini harganya sekitar Rp40.000 sudah hampir mendekati HET,” katanya. Perlu diketahui, saat ini Kementerian Pertanian sedang memproses Rekomendasi Izin Produk Hortikultura (RIPH) ke Kementerian Perdagangan terkait impor bawang putih dari Cina sebanyak 103 ribu ton diharapkan bisa secepatnya diproses.

“Pemerintah Pusat sangat hati-hati menentukan kebijakan impor, terutama dari Cina, yang dilarang itu hewan hidup yang akan menyebarkan virus corona. Sedangkan produk hortikultura selain bawang kan ada buah-buahan itu masih diperbolehkan,” ucap Elly.

bsnws.

LEAVE A REPLY