Panic Buying, Penjualan Ritel Naik 10-15 Persen

0
222

Jakarta, Nawacita – Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Roy Mandey mengungkapkan bahwa dengan adanya aksi panic buying oleh masyarakat pasca Virus Corona masuk Indonesia, terjadi peningkatan penjualan di ritel 10-15 persen.

Kata dia, bahan pokok yang banyak dibeli masyarakat saat panic buying, yaitu beras dan minyak goreng kemasan. Selain itu, masker juga ludes dibeli masyarakat. Namun dia memastikan harga masker yang dijual di toko ritel kemarin tetap normal.

“Hanya saja saya tidak mengetahui persis berapa banyak stok masker yang dijual ritel. Terjadi pengurangan tapi pabrik tetap memproduksi dan kita akan membeli dengan segala sourcing,” kata Roy di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2020).

Dia menambahkan, bahwa stok barang yang ludes dibeli oleh warga masyarakat kemarin sudah diisi kembali. Pihak Aprindo pun katanya sudah langsung menghubungi penyuplai dan pabrik-pabrik untuk mengisi kekosongan barang.

“Bahkan, kami meminta diisi lebih banyak mengingat permintaan masyarakat jadi lebih tinggi. Ada penambahan stok tentunya, hanya beberapa produk saja,” ujarnya.

Lebih lanjut Roy menyatakan, bahwa personel TNI-Polri akan disiagakan di sejumlah supermarket dan toko ritel modern untuk mencegah penimbunan stok bahan pokok. Selain itu, TNI-Polri juga akan memeriksa belanjaan masyarakat yang tidak wajar.

“Kepala Staf Kepresidenan mengkoordinasi Mabes Polri dan TNI bahwa akan ada penempatan pihak berwajib di pusat belanja, maupun ritel modern di seluruh Indonesia. Kalau ada pembelanjaan yang tidak wajar, akan ditanyakan prosesnya,” tutur dia.

RSA

LEAVE A REPLY